Ketiga residivis pelaku pencurian spesialis rumah kosong yang didor Tim Pegasus Polrestabes Medan/foto : ist

Onlinesumut-MEDAN : Pernah mendekam di balik jeruji besi, nyatanya tak membuat 3 pemuda asal Medan dan Deliserdang ini jera.

Sebaliknya, dengan status residivis yang disandangnya, para bandit spesialis bongkar rumah kosong ini kembali beraksi menyatroni rumah warga.

Meski sempat berhasil, ketiga pelaku masing-masing Johanes Pakpahan (24),
penduduk Jl. Elang II No 61 Perumnas Mandala, Deliserdang, Poki Sinaga alias Poki (25), warga Jl. Selambo Toba, Gang Muara, Deliserdang dan Toris Bahlul Mariso Simamora (22), warga Jl. Panglima Denai, Gang Jermal Baru, Medan
akhirnya harus mendapatkan balasan setimpal.

Tak hanya berhasil dibekuk, Tim Pegasus Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan yang melakukan perburuan, juga terpaksa menembak kedua kaki masing-masing tersangka.

Kasatreskrim Polrestabes Medan Kompol Putu Yudha Prawira dalam keterangannya mengakui bahwa pihaknya telah mengamankan 3 orang Tersangka terduga pelaku kasus 363 KUHPidana sesuai dengan sasar LP/668/V/2019/ SPKT/SEK DELTA, tanggal 23 Mei 2019 dengan pelapor Hendri Winardi.

“Dari laporan dan hasil penyelidikan, ketiganya beraksi pada Kamis, 23 Mei 2019 sekitar pukul 07.30 WIB dikediaman korban Jl. Brigjen Zein Hamid Nomor 8, Simpang Kanal, Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Medan Johor, saat korban tak berada di rumah,” terang Putu, Selasa (28/5/2019).

Menurut sang Pamen, ketiga pelaku membobol rumah korban setelah sebelumnya membongkar pagar dan pintu rumah. Akibatnya, sejumlah bemda berharga milik korban berupa 2 unit sepeda motor Yamaha N Max BK 4653 AGN Tahun 2016 warna hitam, sepeda motor Yamaha RX King tahun 2003 BK 4859 GP warna hitam, yang diparkir di ruang tamu raib.

“Selain itu, ketiga pelaku juga menggasak 2 unit Laptop Acer dan Lenovo yang terletak di meja dan di dalam laci serta uang tunai sebesar Rp32.000.000. Kemudian mereka juga mencuri 3 lembar cek giro Bank Panin, 1 cek giro Bank CIMB Niaga, 1 cek giro Bank BNI, 1 BPKB mobil Suzuki Futura dan 1 STNK Dumtruck,” urainya.

Usai menerima laporan pada hari kejadian, kata Putu Yudha, pihaknya lantas melakukan perburuan terhadap ketiga tersangka yang identitasnya sudah diketahui.

“Pada tanggal 27 Mei 2019 kemarin sekitar pukul 15.00 WIB, personel Pegasus Satreskrim Polrestabes Medan dibawah pimpinan Kanit Pidum, Kasubnit I Jatanras dan Pers Timsus Jatanras mendapat informasi bahwa 2 orang tersangka kasus pencurian sesuai dengan laporan polisi tersebut atas nama Keko dan Poko, sedang berada di Jl. Murai Mandala sedang duduk di pinggir jalan,” ujarnya.

Tak mau membuang waktu, tim langsung menuju ke tempat tersebut. Sekitar pukul 20.00 WIB, penyergapan terhadap keduanya langsung dilakukan.

“Setelah keduanya tertangkap, tim lalu melakukan pengembangan. Karena berdasarkan keterangan para tersangka, mereka melakukan pencurian dengan 3 orang temanya yang lain,” terangnya.

Sekitar pukul 22.00 WIB, tim mencari keberadaan pelaku lainya dan menemukan seorang tersangka lagi bernama Toris di rumahnya Jl. Panglima Denai, Gang Jermal Baru.

“Kemudian dilanjutkan mencari 2 orang pelaku lain bernama Rendy dan Gondet beserta penadah bernama Alex, namun belum di temukan. Sementara ketiga tersangka terpaksa dilakukan tindakan tegas dan terukur menembak ke arah kaki tersangka karena pada saat ditangkap mereka mencoba melarikan diri dan melakukan perlawanan dengan cara menyerang petugas,” tegas Putu Yudha.

Berbagai barangbukti yang disita petugas dari tangan ketiga pelaku/foto : ist

Selain tersangka, polisi juga turut menyita barangbukti berupa uang tunai Rp 445.000, 1 unit Laptop Lenovo beserta charger, 1 unit Sepeda motor Honda Beat warna putih BK 6690 AIH, 1 unit Sepeda motor Yamaha Mio warna hitam BK 2086 AIB, 1 unit Hp OPPO, power bank, jam tangan, 2 sebo warna hitam dan biru, 2 linggis, 4 kunci L, gunting, kunci stainless,
Sebo warna biru, 3 kunci Pass dan kunci Y.

“Dari hasil interogasi, para pelaku tak hanya mengakui perbuatanya. Namun mereka mengaku melakukan pencurian sebanyak 9 TKP yaitu empat kali di Jl. Asia, Jl. Delitua, Jl. Jamin Ginting, Jl. Sutrisno, Jl. Serdang dan Jl. Gatot,” jelasnya.

Putu juga menegaskan bahwa para tersangka merupakan residivis kasus pencurian. “Tersangka Keko ditangkap 2 kali pada 2010 dan 2017 oleh Polsek Percut Seituan, Keko 3 kali ditangkap pada 2015, 2016 dan 2017 oleh Polsek Medan Baru dan Polrestabes Medan dan Toris ditangkap 2015 oleh Polsek Sunggal dan 2017 dibekuk petugas Polres Sibolga,” pungkasnya.

Penulis/Editor : Yudhistira

 

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here