Personel Tim Horas yang terdiri dari mahasiswa Juusan Teknik Mesin USU. (Foto: Dok Tim Horas)

Onlinesumut-MEDAN: Setelah menyabet banyak prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional, sejumlah mahasiswa dari Departemen Teknik Mesin Universitas Sumateta Utara (USU) yang tergabung dalam Tim Horas tengah mempersiapkan diri untuk ikuti Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2019 pada november mendatang.

Saat ini, tim yang beranggotakan 12 orang mahasiswa itu tengah melakukan riset mendalam. Khususnya pada bagian perangkat pengendali mesin. “Tahun ini bedanya dengan tahun sebelumnya, tahun ini kami harus menggunakan ECU modifikasi. Karena peraturan setiap tahun itu berbeda, kalau tahun lalu kita masih di perbolehkan untuk menggunakan ECU bawaan pabrik. Tapi untuk tahunil ini harus di modifikasi seperti rekayasa, programnya kita yang buat dll,” jelas Manajer Tim Horas, Eben Pangaribuan, dalam keterangannya, Senin (27/5/2019).

Eben menjelaskan, untuk tahun ini Tim Horas berencana mengusung mobil hemat energi untuk berlaga di katagori urban diesel dengan perangkat ECU. Mereka mampu menghasilkan mobil yang lebih irit dalam penggunaan bahan bakar solar.

Tak tanggung-tanggung, untuk kategori ini mereka menargetkan dapat mencapai jarak 300 km dengan hanya satu liter gasoline.
Selain melakukan riset mendalam mengenai ECU, Tim Horas juga sedang mealukan riset untuk membuat bodi mobil yang mereka buat dengan fiber carbon.

“Jadi untuk KMHE tahun ini kami akan menggunakan fiber carbon untuk full body mobil kami. Sebenarnya kami sudah menggunakan fiber carbon dari tahun 2014. Hanya saja cara pengerjaan nya yang berbeda. Kalau yang tahun 2014 itu masih manual, kalau tahun ini mau membuat dengan sistem vakum,” jelas eben.

Dia juga menambahkan bahwa, perbedaan cara pengerjaan juga mempengaruhi hasil akhir pada mobil mereka. “Jadi kalau sistem vakum itu dicetak dengan bantuan udara, hasilnya lebih kuat dan rata. Dibandingkan sistem manual itu hasilnya ada yang kurang kuat,” ujarnya.

Dijelaskannya, pada setiap perlombaan untuk di uji kemampuan bahan bakar itu disediakan sirkuit. panitia memberikan waktu selama 12 menit untuk memutari sikuit dengan jumlah lap yang ditentukan panitia.

“Nanti kompetisi nya di sirkuit, seperti tahun lalu itu di Padang. Kalau tahun ini belum keluar informasinya di mana, tapi kami berharap dapat yang terbaik. Karena target kami adalah 300 km/liter, minimal bisalah untuk mencapai juara 2,” Jelas Eben yang juga mahasiswa Teknik Mesin USU.

Untuk tahun ini Eben berharap, Tim Horas mampu membuat dan menghasilkan karya lebih baik lagi untuk mengikuti kontes otomotif seperti KMHE, Shell Eco Marathon Asia, bahkan harapanya mereka bisa tampil di kompetisi Eropa.

Penulis/Editor: Budi Wasisto/Rel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here