Puluhan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yang mengatasnamakan Mabesu USU (Mahasiswa Bersatu), Senin (27/5/2019). (Foto: Istimewa)

Onlinesumut-MEDAN: Dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum Dosen inisial HS terhadap mahasiswinya di kecam oleh puluhan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yang mengatasnamakan Mabesu USU (Mahasiswa Bersatu).

Bentuk kecaman itu, disampaikan mahasiswa saat melakukan aksi unjuk rasa di depan pintu Kampus II USU Jalan Doktor Mansur, Medan, Senin (27/5/2019).

Aksi unjuk rasa tersebut, dilakukan dengan membentangkan spanduk yang bertuliskan berbagai tuntutan. Tak hanya itu saja, mereka juga memamerkan underware seorang pria menggunakan batang pohon kayu.

Puluhan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yang mengatasnamakan Mabesu USU (Mahasiswa Bersatu), Senin (27/5/2019). (Foto: Istimewa)

Setelah berorasi di luar kampus dan membagikan selembaran statemen kepada para pengguna jalan, puluhan mahasiswa melakukan longmarch masuk ke dalam Kampus USU menuju Gedung FISIP untuk aksi kembali.

Ketua Pemerintahan Mahasiswa (Pema) FISIP USU, Harry kepada pihak Kampus USU, khususnya FISIP meminta agar dapat menindaklanjuti kasus dugaan pelecehan seksual yang tejadi pada mahasiswi FISIP.

“Jangan ada pembiaran. Karena ini sudah sampai tiga orang korbannya, mahasiswa lintas Stambul (2013-2014-2015). Kami mengecam keras atas tindakan asusila oknum Dosen itu, dengan meminta dipecat serta membuatkan regulasi untuk penyelesaian kasus-kasus pelecehan seksual di kalangan Kampus USU,” ujarnya.

Di dalam Kampus FISIP USU, para mahasiswa kembali melakukan orasi menggunakan alat pengeras (toa). “Kami sebarkan selembaran statemen itu agar masyarakat dan mahasiswa tau. Jad biar tau ada pembelajaran bagi mahasiswa lainnya. Kami mintakan pun agar kasusnya cepat ditangani dengan serius,” tandas Harry.

Penulis/Editor: Budi Wasisto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here