Massa Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) terlihat membubarkan diri usai aksi selama lebih kurang 9 jam lebih di depan DPRD Sumut/foto : dis

Onlinesumut-MEDAN : Hingga tengah malam, massa yang tergabung dalam Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) yang telah menggelar aksi sejak Jumat siang (24/5/2019), masih terus bertahan di depan Gedung DPRD Sumatera Utara di Jl. Imam Bonjol, Medan.

Meski sempat beberapa kali jeda tanpa aktivitas, usai Shalat Tarawih, mimbar bebas yang mereka gelar di tengah ruas jalan kembali berlanjut.

Tuntutannya masih serupa. Massa terus mendesak wakil rakyat menyampaikan aspirasi mereka ke Jakarta, agar pasacang Capres Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin didiskualifikasi karena dituding terlibat berbagai kecurangan dalam pesta demokrasi 17 April 2019 lalu.

“Kami juga meminta agar Jokowi segera turun dari kursi kepresidenan karena telah menciderai demokrasi di tanah air,” teriak demonstran.

Suasana sempat tegang saat salahseorang pengunjukrasa mengabarkan akan adanya penyerangan dari aparat kepolisian untuk membubarkan mereka secara paksa.

“Kami dengar, akan ada penyerangan aparat kepolisian untuk membubarkan kita. Apakah kalian takut? Kita lawan,” teriak salah seorang koordinator aksi.

“Tidaaakkk…akan kita lawaaannn,” sahut mereka bersemangat.

Namun, karena tidak ada lagi anggota DPRD Sumut yang berada di lokasi, massa akhirnya melunak.

“Kita sudahi aksi kita hari ini. Kita harus menjaga energi. Karena besok kita akan kembali turun ke jalan dengan sasaran markas aparat seragam coklat Mapoldasu,” ucap koordinator aksi.

Dengan diiringi Shalawat Badar, Massa akhirnya membubarkan diri secara tertib.

Penulis : Abdul Rifqi
Editor : Yudhistira

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here