Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Kementerian LHK selama tiga hari berturut-turut, di Hotel Serenauli, Laguboti, Kabupaten Toba Samosir pada, Rabu (17/5/2019) lalu. (Foto: Istimewa)

Onlinesumut-TOBASA: Calon Legislatif (Caleg) NasDem DPR RI terpilih, Martin Manurung terus mendorong percepatan keberadaan Hutan Adat dan Masyarakat Hukum Adat (MHA) di Indonesia. Hal itu dilakukanmelalui Martin Manurung Centre (MMC).

Dorongan percepatan tersebut, akhirnya pengakuan MHA ini direspon positif oleh Kementerian LHK. Itu ditandai dengan digelarnya kegiatan Focus Group Discussion (FGD) selama tiga hari berturut-turut, di Hotel Serenauli, Laguboti, Kabupaten Toba Samosir pada, Rabu (17/5/2019) lalu.

Kegiatan itu berlangsung selama tiga hari. Diskusi terbuka ini dihadiri langsung oleh perwakilan-perwakilan komunitas masyarakat adat, yang setiap pertanyaan dan masukannya diterima langsung oleh para perwakilan Kementerian LHK.

Pengurus Harian MMC, Gurgur Manurung, menjelaskan bahwa, kegiatan ini merupakan respon dari Kementerian LHK atas keluhan masyarakat adat yang disampaikan langsung ke Ketua DPP Partai NasDem Martin Manurung pada Februari lalu.

“Surat itu berasal dari 13 komunitas masyarakat adat, yang dibawa langsung oleh Martin Manurung dan juga diserahkan langsung kepada Ibu Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar,” ujar Gurgur, Senin (20/5/2019).

Dalam diskusi itu, tambah Gurgur, Kementerian LHK juga menyatakan siap untuk membuat regulasi pengakuan masyarakat adat, khususnya di kawasan Danau Toba. Namun dengan tetap memperhatian peraturan yang berlaku dan kesiapan daerah itu sendiri.

“Yang pastinya Martin Manurung siap sebagai jembatan penghubung masyarakat adat untuk mendapat pengakuan negara. Namun, kita tetap harus konsultasi secara aktif baik ke pemerintah pusat dan juga ke pemerintah daerah untuk melengkapi poin-poin penting yang disampaikan oleh Kementerian LHK, khususnya dalam hal peraturan” pungkasnya.

Sementara itu,  Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Tano Batak, Roganda Simanjuntak menyatakan terima kasih kepada Martin Manurung yang telah sangat cepat merespon keluhan masyarakat adat.

Ia dan juga komunitas masyarakat adat lainnya  berharap, Martin Manurung tetap memberikan perhatiannya untuk percepatan pengakuan Masyarakat Hukum Adat oleh pemerintah pusat. “Saya mewakili seluruh masyarakat adat di kawasan Danau Toba mengucapkan terima kasih sekali kepada Martin Manurung yang begitu cepatnya merespon keluhan kami. Yang menyampaikan langsung surat kami ke Ibue Menteri LHK. Dan berlanjut ke diskusi kemarin. Semoga perjuangan kita bersama menuai hasil yang baik,” tandasnya.

Penulis/Editor: Budi Wasisto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here