Stand Temas Coffee pada Indonesia Creative Product Festival (ICPF) di Kuala Lumpur. (Foto: Dok. Pertamina MOR I)

Onlinesumut – MEDAN: Kinerja ekspor sektor koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah (KUMKM) pada 2018 tumbuh 12.32 persen. Itu diketahui, berdasarkan catatan dari Kementerian Koperasi dan UKM.

Namun, terjadi penurunan 2.68 persen dari capaian 2017 sebesar 15 persen. Memang tak banyak UKM yang berhasil menembus pasar ekspor. Tak heran jika Nery Nazwani Halim pemilik Temas Coffee takjub ketika produk kopi Gayonya dilirik eksportir asing saat pameran.

Padahal, ini kali pertama ia mengikuti pameran luar negeri sebagai UKM mitra binaan Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I. “Saya jadi mitra binaan Pertamina MOR I sejak 2018. Tiba-tiba diajak Pertamina ikut Indonesia Creative Product Festival (ICPF) di Kuala Lumpur. Langsung saya iyakan,” ujar Nerry, dalam keterangannya, Jumat (10/5/2019).

Selama pameran, Temas Coffee meraup penjualan sebanyak 1.200 Ringgit Malaysia. Namun sepulangnya ke tanah air, beberapa eksportir pengunjung pameran menghubungi Nerry untuk pemesanan lebih banyak.

“Sejauh ini dua eksportir Malaysia memesan masing-masing 100 kg dan 500 kg kopi roasted. Semoga terus berlanjut,” kata Nerry.

Pameran ICPF 2019 berlangsung di Mid Valley Kuala Lumpur pada 3 – 5 Mei. Pameran itu menampilkan beragam produk binaan dari 27 BUMN. Pertamina mengikutkan empat UKM mitra binaan, dua diantaranya dari MOR I.

Selain Temas Coffee dari Aceh Besar, ada juga Empat Bersaudara Jaya. Usaha sepatu kulit dari Kelurahan Tegal Sari Medan ini, meraup penjualan hampir Rp 9 juta. Harga produknya memang sangat bersahabat, mulai Rp 35 sampai Rp 100 ribu per pasang.

Tengku Syarifah, pemilik Empat Bersaudara Jaya mengatakan, pengunjung yang datang ke stand-nya merasa senang dan puas atas pelayanan yang ia berikan. “Mereka kaget karena produk saya dibuat manual, dan menggunakan sulaman tangan. Sehingga penjualan memuaskan,” jelasnya.

“Saya berharap, ke depan dapat terus diikutsertakan dalam pameran. Maupun event yang diadakan Pertamina,” imbuh Tengku mengakhiri.

Unit Manager Communication & CSR MOR I, Roby Hervindo menjelaskan bahwa, keikutsertaan mitra binaan dalam pameran tersebut merupakan upaya pengembangan UKM.

“Periode Januari hingga April 2019, kami menyalurkan dana bergulir 2.1 miliar Rupiah kepada UKM mitra binaan di Sumbagut. Tak hanya menyalurkan, Pertamina juga mendukung pengembangan UKM. Diantaranya melalui pelatihan, dan keikutsertaan dalam pameran,” tutur Roby.

Selain ICPF 2019, Pertamina MOR I juga mengikutkan mitra binaannya dalam pameran Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2019. Dalam pameran itu, dua mitra binaan Pertamina MOR I membukukan penjualan hampir Rp 200 juta.

Penulis/Editor: Budi Wasisto

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here