Ilustrasi/google

Onlinesumut – MEDAN: Tiga orang kepala sekolah yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) dugaan pemotongan dana bantuan operasional sekolah (BOS) ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara (Sumut).

Ketiga orang tersebut, yaitu Nurmalinda Bangun, Ketua K3S (Kepala Sekolah SDN 050765, Kelurahan Pekan Gebang); Bachtiar selaku sekretaris K3S (Kepala Sekolah 054947 Bukit Gereja, Desa Air Hitam, Gebang);
dan Agus Prayitno, Bendahara K3S ( Kepala Sekolah SDN 054946, Desa Sanggah Lima).

“Tiganya udah ditetapkan jadi tersangka. Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka tambahan,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja, Kamis (9/5/2019).

Pemeriksaan lanjutnya, masih terus dilakukan terhadap beberapa orang lainnya yang ikut diamankan. Totalnya samali saat ini, ada 15 orang yang sudah diamanakan. Bersamanya, turut diamankan barang bukti 2 lembar dokumen data seluruh SD Negeri, 13 buku laporan pertanggungjawaban penggunaan dana BOS Triwulan 18, uang tunai Rp 36.750. 000 yang diduga uang hasil pemotongan dana BOS.

“Modus yang dilakukan para tersangka masih didalami. pastinya barang bukti dan tersangka sudah diamankan,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui para Kepala Sekolah SD Negeri se Kecamatan Gebang diminta untuk melakukan pembayaran uang administrasi setelah Dana BOS Triwulan I cair dan masuk ke rekening masing-masing sekolah.

Dana tersebut, dikumpulkan oleh K3S Kecamatan Gebang dengan mengutip dana sebesar Rp 15 ribu di kalikan jumlah siswa masing-masing dari 31 sekolah se Kecamatan Gebang.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dikenakan pasal 12 huruf e sub pasal 11 Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 Perubahan Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara itu, belasan orang yang turut diamankan guna pemeriksaan lebih lanjut diantaranya, Kaswono (Kepsek SDN 054943); Asniwati (Kepsek SDN 056635); Ahdinah (Kepsek SDN 056636); Hasnah (Kepsek SDN 050767); Rosida Hutabalian (Kepsek SDN 056023); Luhur Sihite (Kepsek SDN 057226); Mula Tua Siregar (Kepsek SDN 054948); Kaneria Sitorus (Kepsek SDN 056026); Heriyandi (Kepsek SDN 054945); Estermina Sitanggang (Kepsek SDN 050770); Nelpida (Kepsek SDN 057225); H. Yuna Seriati (Kepsek SDN 056024); dan Sarono (Kepsek SDN 053992).

Penulis/Editor: Budi Wasisto

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here