Plt Bupati Labuhanbatu H Andi Suhaimi  (kiri) dan Sekdakab Labuhanbatu Ahmat Muflih (kiri) sebagai Pembina sekaligus penanggungjawab terhadap BUMD PDAM Tirta Bina Labuhanbatu yang tidak mampu berbuat banyak terkait kasus di BUMD PDAM asset Pemkab Labuhanbatu tersebut/foto : ist

Onlinesumut-LABUHANBATU : Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Labuhanbatu H Ahmat Muflih SH dan Jamil selaku Inspektur sekaligus Aparat Pengawas Intrn Pemerintah (APIP), terkesan tidak mampu menangani permasalahan kasus tewasnya seorang pegawai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bina Labuhanbatu atas nama Ilhamsyah, akibat kecelakaan kerja.

Padahal, korban telah mengabdi selama 20 tahun di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkab Labuhanbatu tersebut .

Seperti diketahui, pria berusia 45 tahun itu tewas didalam tempat bak penampungan air (reservoar) milik Tirta Bina Labuhanbatu di Jl. Skip Ujung pada Sabtu, 23 September 2017 silam, sesuai berita acara dari petugas Polres Labuhanbatu dan Kelurahan setempat.

Parahnya, pihak PDAM Tirta Bina Labuhanbatu sampai berita ini dilansir Redaksi Onlinesumut, belum juga memberikan uang santunan berupa uang manfaat duka sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia.

Sekdakab Labuhanbatu Ahmat Muflih sebagai ketua tim Pengawasan Internal Pemerintah mengatakan, bahwa permasalahan dimaksud, dijanjikan akan diselesaikan oleh pihak PDAM Tirta Bina Labuhanbatu pada bulan Agustus 2019.

“Diselesaikan bulan delapan tahun ini. Coba koordinasikan sama Ikhram Nasution dan pihak PDAM ya,” kilah Muflih, Rabu (8/5/2019).

Mirisnya, diruang Sekdakab Labuhanbatu, Lantai II Gedung Kantor Bupati Jl. Sisingamangaraja Lobusona, sempat terlihat sosok Jamil, Inspektur sekaligus APIP Pemkab Labuhanbatu.

Sementara, dalam pertemuan di ruang Sekdakab Labuhanbatu, tampak hanya dihadiri oleh Direktur BUMD PDAM Tirta Bina Labuhanbatu H Darwinsyah SE dan Ikhramsyah Nasution dari Kantor Staf Ahli Bupati Labuhanbatu.

Saat itu, Ikhramsyah Nasution yang diserahkan menangani kasus tersebut oleh Sekdakab H Ahmat Muflih SH menerangkan, bahwa persoalan pembayaran uang manfaat duka atas meninggalnya pegawai PDAM Tirta Bina Labuhanbatu Almarhum Ilhamsyah, di bulan Agustus. Pasalnya, pihak BUMD PDAM Tirta Bina Labuhanbatu, sejak tahun 2009, menunggak pembayaran iuran BPJS.

“BPJS PDAM kan nunggak sekian tahun lamanya. Jadi, kami minta waktu sampai di bulan delapan tahun ini. Kita selesaikan dulu pembayaran tunggakan pembayaran iuran BUMD PDAM Tirta Bina. Bulan Tujuh mungkin dah selesai pembayaran tunggakan tersebut oleh PDAM. Baru kita lakukan pembayaran uang manfaat duka tersebut kepada ahli waris. Ok,” janji ikhram.

Sementara, Direktur PDAM Tirta Bina Labuhanbatu H Darwinsyah SE, langsung keluar dari ruangan Sekdakab Labuhanbatu, dengan wajah dingin.

Terpisah, Kepala Bidang PersonaliaPDAM Tirta Bina Labuhanbatu Juhri, mewakili Direkturnya menyebutkan, akan menyelesaikan tunggakan ke kantor BPJS dahulu, baru diselesaikan pembayaran tersebut.

“Hampir mencapai Rp1 milyar mau kami bayar tunggakan BPJS sejak tahun 2009 sampai tahun ini 2019,” terangnya.

Saat disinggung tentang kabar setiap bulan para pegawai dipotong gaji nya secara langsung melalui Bank Sumut sesuai tanda bukti Slip gaji pegawai PDAM Tirta Bina untuk pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan Kesehatan sesuai Kartu anggota Jamsostek – BPJS atas nama almarhum Ihamsyah dimaksud, Juhri terkesan menghindar.

“Langsung saja la sama Direktur Darwinsyah,” pungkasnya.

Penulis : Moratua Tanjung
Editor : Chairul Fadly

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here