Pengurus KONI Labuhanbatu sesuai SK Tanggal 11 dan 22 April 2019 tengah berkumpul membahas kekisruhan yang kini menerpa organisasi tersebut/foto : aji

Onlinesumut-LABUHANBATU : Kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Labuhanbatu dilanda isu tidak sedap hingga akhirnya dikabarkan memicu kekisruhan.

Beredar informasi, penerapan hasil pasca Musyawarah Organisasi Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) yang dihadiri utusan KONI Sumut beberapa waktu lalu, diduga tidak menghasilkan kesepakatan diantara pengurus sesuai Pleno sebelumnya.

Desas desus terdengar, usai terpilih secara aklamasi sebagai Ketua KONI Labuhanbatu periode 2016-2020, Sabtu 24 Maret 2019, belakangan tersiar Fery Wijaya mendadak merombak sejumlah jajaran pengurus.

“Musorkablub yang dihadiri perwakilan KONI Sumut lalu, hanya memilih Ketua menggantikan Plt. Belakangan, terjadi pergantian pengurus dan bidang lainnya,” ujar Suwarno, Suhendra, Samsul Sipahutar dan lainnya yang merupakan jajaran pengurus, Kamis 25 April 2019 di Rantauprapat.

Mereka mengungkapkan, pada 11 April 2019, SK Ketua KONI Labuhanbatu dengan nomor : 26/KONI-SU/IV/2019 tanggal 11 April 2019 yang dikeluarkan KONI Sumut telah mencantumkan tidak ada pergantian seorangpun pengurus yang lama.

Namun, kembali pada tanggal 22 April 2019 keluar SK baru dengan struktur pengurus diganti. “Pertanyaannya, dasar perombakan sejumlah pengurus itu apa,” sebut mereka heran.

Ditambahkan Bareta Barus, dia berharap, seorang pemimpin sebaiknya harus mampu beradaptasi dalam segala hal dan mengubah perbedaan menjadi suatu keindahan.

“Kemampuan pemimpinlah membuat perbedaan menjadi indah dan harmonis. Hindari dan perkecil konflik di tengah-tengah kelompok. Jadilah pemimpin yang bijak dan cerdas,” imbaunya.

Terpisah, Syaiful Azwar Sekretaris KONI dan Ojak Hutagalung selaku Humas dan Publikasi Media Massa sesuai SK tanggal 11 April 2019 saat ditemui, Jumat (25/4/2019) di Rantauprapat, mengaku heran kondisi saat ini.

Seingatnya, pasca SK tanggal 11 April 2019 diterbitkan, hanya sekali pertemuan pengurus yang dihadiri Fery Wijaya dan mantan Plt Ketua KONI, Ade Huzaini.

Rapat perdana pasca ketua baru pada tanggal 15 April 2019 tersebut, bertujuan membahas persiapan menghadapi Porprovsu mendatang. Belum lagi tuntas, peserta membahas pergantian Bendahara karena mengundurkan diri.

“Pengurus sepakat penentuan Bendahara kewenangan Ketua KONI. Tetapi berkembang ke arah akan digantinya pengurus lain Disanalah terjadi perdebatan hingga selesai rapat, tidak diambil kesepakatan pergantian pengurus lama selain Bendahara,” bebernya.

Tetapi, sambung Ojak Hutagalung, belakangan, keluar SK KONI Labuhanbatu tanggal 22 April 2019 yang telah merubah sebagian besar pengurus. “Kalau ditanya, saya sendiri heran apa dasar perombakan itu,” tanya Ojak.

Sementara Ketua KONI Labuhanbatu, Fery Wijaya ketika dikonfirmasi via pesan singkat melalui handphone, Jumat (26/4/2019), terkait kebenaran dugaan kekisruhan itu, belum menjawab hingga berita ini diterbitkan.

Penulis : Aji S Harahap
Editor : Chairul Fadly

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here