Suasana di PN Medan tempat digelarnya persidangan terhadap Ustadz Nur Sarianto/foto : ist

Onlinesumut-MEDAN : Persidangan kasus penganiayaan terhadap seorang Guru Madrasah, Ustadz Nur Sarianto, Senin (23/4/2019) gagal digelar, menyusul belum adanya perpanjangan masa tahanan dari pengadilan yang diserahkan kepada pihak Rutan Wanita Tanjunggusta Medan.

Tak hanya berdasarkan informasi dari korban, Jaksa Penuntut Umum Kejari Medan, Candra Priono Naibaho juga membenarkan bahwa proses persidangan ditunda pekan depan karena perpanjangan tahanan belum disampaikan.

“Jadi sidangnya ditunda pekan depan,”ujar Candra saat ditemui di Gedung PN Medan.

Sebelumnya Pengadilan Negeri Medan, dengan Ketua Majelis Hakim Syapril Batubara menggelar sidang perdana kasus penganiayaan yang dilakukan Nofita terhadap Ustadz Nur Sarianto.

Saat itu, Nur meminta terdakwa agar mengurung anjing peliharaannya karena sangat berbahaya bagi anak-anak yang melintas di depan rumah terdakwa.

Namun, teguran korban justru membuat terdakwa naik darah dan melakukan pemukulan kepada korban sehingga mengalami luka dibagian kepala dan pelipis mata korban.

Dari pantauan wartawan, sejumlah ormas Islam tampak mendampingi korban setelah sampai di pengadilan. Namun sayang sidang batal digelar karena surat perpanjangan dari pengadilan belum diterima Rutan Wanita, sehingga pihak rutan tidak memberikan izin kepada terdakwa untuk keluar dari rutan.

Penulis/Editor : Chairul Fadly

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here