Foto Almarhum Ilhamsyah, pegawai BUMD PDAM Tirta Bina Labuhanbatu dan bukti slip gaji/foto : mora

Onlinesumut-RANTAUPRAPAT : Pihak Inspektorat selaku Aparat Pengawasan Internal Pemerintahan (APIP) Kabupaten Labuhanbatu, masih mempelajari dan terus mendalami kasus laporan dugaan penggelapan anggaran keuangan gaji dari pegawai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bina.

“Laporan sudah diterima inspektorat dan saat ini masih mempelajari serta mendalami kasus BUMD PDAM tersebut” ujar Jamil, Inspektur Wilayah II selaku APIP Pemkab Labuhanbatu Jamil kepada Onlinesumut, Selasa (23/4/2019).

Diketahui bersama, bahwa Direktur perusahaan milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu H Darwinsyah SE, MM, diduga melakukan penyelewengan dan penggelapan dana Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian saat dalam bertugas pegawai PDAM Tirta Bina Labuhanbatu pada tahun 2017 lalu atas nama pegawai Ilhamsyah.

Mirisnya, Darwinsyah tidak pernah membayarkan atau menyetorkan uang iuran pegawainya di BUMD tersebut kepada Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial.(BPJS) ketenagakerjaan.

Padahal diketahui sesuai data dan bukti, gaji dari pegawai PDAM Tirta Bina Labuhanbatu tersebut setiap bulannya dipotong untuk biaya BPJS Kesehatan Ketenagakerjaan sebesar 1% Rp 20.352.37 dari besar gaji pokok pegawai Rp2.035.237.

Akibatnya, seluruh iuran pegawai PDAM Tirta Bina Labuhanbatu, menunggak iuran BPJS Ketenagakerjaan. Alhasil, hingga pegawai PDAM Tirta Bina Labuhanbatu yang mengalami kecelakaan dalam kerja saat bertugas dan meninggal dunia tidak mendapat pesangon dan uang duka seperti yang diatur di dalam Undang-Undang No 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dan Peraturan Pemerintah RI No 44 tahun 2015 tentang Penyelenggara program jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.

Seperti halnya dengan kasus atas nama Almarhum Ilhamsyah pegawai BUMD PDAM Tirta Bina Labuhanbatu yang meninggal dunia aat bertugas di lingkungan bak penampungan air PDAM pada 23 September 2017 lalu.

Sampai saat ini, Direktur PDAM Tirta Bina Labuhanbatu H Darwinsyah tidak membayarkan uang pesangon duka dimaksud. Hal itu turur dibenarkan oleh ahli waris istri dari pria berusia 45 tahun itu bernama Juliana Ritonga (44), kepada Onlinesumut.

“Sampai saat ini belum ada dibayarkan dan belum ada kita terima biaya uang duka jaminan kematian tersebut dari PDAM” ungkap Juliana.

Penulis : Moratua Tanjung
Editor : Chairul Fadly

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here