Kondisi 3 ruko di Jl. Kruing Medan yang hancur akibat ledakan yang diduga dari gas. Tim Labfor Cabang Medan bersama pihak Poldasu dan Polrestabes Medan kini masih melakukan penyelidikan atas insiden yang menewaskan dua anak-anak itu/foto : istimewa

Onlinesumut-MEDAN : PT Perusahaan Gas Negara (PGN), mengklaim bahwa instalasi gas rumah tangga, bukanlah menjadi penyebab ledakan besar yang telah menghancurkan 3 rumah toko (ruko) di Jl. Kruing, Kel. Sekip, Kec. Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis malam, 11 April 2019.

“Kita pastikan jaringan kita disini aman,” ucap Sales Areahead PGN Medan, Syaeful Hadi kepada wartawan di lokasi kejadian, Jum’at (12/4/2019).

Syaeful menjelaskan, karena selain menggunakan gas bumi, di lokasi kejadian korban juga menggunakan gas tabung. Namun begitu, ia mengatakan pihaknya menunggu hasil dari Tim Labfor Cabang Medan untuk memastikan insiden yang terjadi sekitar pukul 18.35 WIB tersebut.

“Selain menggunakan gas PGN pelanggan tersebut menggunakan gas elpiji 3 kg dan 12 kg. Tapi saat ini kita sedang menunggu tim labfor hasil investigasi nya terhadap kebakaran itu,” tutur Syaeful.

Dijelaskannya juga, instalasi gas rumah tangga itu, emang ada terpasang di rumah korban ledakan tersebut. Tapi diketahui tidak terjadi kebocoran.

“Untuk saat ini pasokan gas dari PGN dihentikan. Kita memang mau menghentikan pasokan gas ke pelanggan tersebut dan saat ini sudah kita tutup,” sebut Syaeful.

Seperti diketahui, ledakan keras itu mengakibatkan 2 orang tewas dan 10 orang harus dilarikan di rumahsakit. .

Dua korban meninggal dunia adalah Jafier (10) dan Eren (2 bulan). Para korban tewas itu, merupakan anak korban dari tetangga Dewi merupakan pemilik rumah makan sate kerang, pemilik ruko asal ledakan.

Kini, pihak kepolisian dari Polda Sumut dan Polrestabes Medan masih terus melakukan penyeledikan penyebab ledakan.

Penulis/Editor : Chairul Fadly

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here