Kapolres Pakpak Bharat AKBP Leonardo David Simatupang memaparkan ketiga pelaku pembunuhan dan barang bukti yang disita penyidik/foto : tekap

Onlinesumut-MEDAN : Setelah melakukan penyelidikan hampir dua pekan, petugas Satreskrim Polres Pakpak Bharat akhirnya berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap seorang petani bernama Puddin Berutu, yang mayatnya ditemukan dalam kondisi membusuk pada 25 Maret 2019 lalu di dalam bak kamar mandi rumah korban.

3 orang pelaku berhasil dibekuk. Dari hasil penyelidikan, dalangnya adalah seorang pelaku oknum Sekretaris Desa (Sekdes) Kutatinggi bernama Leris Berutu (LB). Sedangkan 2 tersangka lainnya bernama Lentaner Bancin (LBC) dan Domsin Lembeng (DL).

Kapolres Pakpak Bharat AKBP Leonardo David Simatupang dalam konferensi pers memastikan, ketiga pelaku berhasil dibekuk setelah pihaknya melakukan penyelidikan dan perburuan secara intensif pasca terungkapnya kasus tersebut 8 hari lalu.

“Motif pelaku melakukan pembunuhan terhadap korban yaitu karena perselisihan batas ladang dan pengambilan bambu yang membuat pelaku tidak terima dengan korban. Apalagi keduanya merasa benar” ungkap Leonardo dalam paparan di Mapolres Pakpak Bharat, Selasa (2/4/2019).

Didampingi Kasatreskrim Polres Pakpak Bharat AKP R. Turnip dan Kabag Ops, Kompol Toni, mantan Kasubdit IV Renakta Poldasu itu menjelaskan, pembunuhan sadis itu bermula pada hari Jumat, 15 Maret 2019 sekitar pukul 12.00 WIB di dusun III, Desa Kutatinggi, Kec. Salak, Kab. Pakpak Bharat.

Saat itu, tersangka LBC dan DL mengambil bambu di ladang milik LB. Korban yang melihat itu kemudian melarang keduanya untuk mengambil bambu tersebut hingga akhirnya memicu pertengkaran.

“Adu mulut itu terjadi karena si LBC tidak terima dan memberutahukan kepada tersangka LB. Ia juga mengajak untuk membunuh Puddin Berutu (Korban). Setelah itu LB menyuruh DL untuk menuju rumah korban, dan tersangka LBC menjemput LB dan mereka pergi bersama sama menuju rumah Puddin Berutu.

“Saat sampai di rumah korban, LB mengambil kayu yang berada di bawah pohon manggis berukutan 65 Cm. Setelah itu keduanya mendorong pintu rumah korban dan tersangka Sekdes mengikuti dari belakang” ujar Kapolres.

Lanjut Leonardo, setelah sampai di dalam rumah LB memukul korban di bagian wajah. Karena terkejut, korban langsung lari ke belakang rumah. Kemudian sambil meminta kayu, 2 pelaku mengejar korban dan memukulkan kayu itu ke punggung Puddin Berutu. Dalam kondisi sudah tak berdaya, kemudian DL dan LBC mendorong Puddin Berutu hingga tersungkur. DL lantas membalikkan tubuh Puddin.

“Setelah itu DL memegang kepala, LBC memegang badan dan LBR memegag bagian kaki, setelah itu LBC menyerahkan parang kepada DL dan menyuruh memotong leher Korban, lalu membawa korban kembali kedalam rumah dan meletakkannya di atas tikar dan membuka baju korban” urainya.

Setelah dibuka mereka bersama sama menggotong mayat ke dalam bak kamar mandi usai dari bak mereka kembali ke tempat dan mengumpulkan baju si korban dan membakar baju korban.

Selain ketiga pelaku, penyidik juga berbasil menyita barang bukti berupa kayu broti, parang, tikar dan sisa-sisa baju.

“Pelaku kita jerat dengan Pasal 340 Subs pasal 338 subs 351 ayat (31) KUHPidana berbunyi Barangsiapa dengan sengaja dan dengan direncanakan lebih dahulu menghilangkan nyawa orang lain, dihukum karena pembunuhan direncanakan, dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, terungkapnya asus pembunuhan terhadap korban sempat menggegerkan masyarakat Pakpak Bharat. Apalagi jasad korban yang ditemukan 10 hari kemudian ditemukan sudah membusuk. Bahkan wajah koban sudah berbentuk tengkorak pada 25 Maret 2019 lalu.

Penulis : Tekap
Editor : Chairul Fadly

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here