Petugas PLN UP3 Lubuk Pakam dan ULP Sei Rampah saat melakukan pemasangan sambungan listrik baru ke Madrasah Al Jamiyatul Washliyah di Kab. Serdangbedagai, sebagai bukti PLN peduli pendidikan/foto : ist

Onlinesumut-SERGAI : Jarak yang dekat dari kantor pemerintahan, nyatanya tak menjadi jaminan sebuah wilayah bisa mendapat perhatian ekstra dalam urusan pembangunan, termasuk soal fasilitas umum dan fasilitas sosial.

Fakta inipula yang terlihat di Kabupaten Serdangbedagai (Sergai). 16 tahun berdiri, ternyata pembangunan di kabupaten ini tak terlihat signifikan, termasul dalam urusan infrastruktur.

Di kawasan Kec. Tanjung Beringin, hal itu terlihat jelas. Meski jarak kawasan ini dari Kantor Bupati tak terlalu jauh, namun wilayah pesisir itu seolah tak dipedulikan.

Jalan raya yang tak pernah direhabilitasi sejak awak berdiri kabupaten itu di tahun 2003 salahsatunya. Namun di samping itu, ada pula sekolah yang masih digunakan sebagai tempat belajar mengajar, dengan kondisi tak layak.

Madrasah Al Jamiyatul Washliyah, Ranting 9 namanya. Lembaga pendidikan yang terletak di Desa Tebingtinggi, Kec. Tanjungberingin, Kab. Serdangbedagai (Sergai) ini sudah berdiri sejak tahun 1974.

Tak hanya kondisi bangunan sekolah semi permanen ini yang mulai keropos, perlengkapan ruang kelas berupa moubiller baik meja dan kursi, kini juga dalam kondisi memprihatinkan.

Selama 45 tahun berdiri, sekolah yang mengasuh 104 siswa itu, tercatat baru satu kali mendapatkan bantuan, persisnya pada tahun 2006.

Bisa dibayangkan, memasuki 13 tahun, tak ada lagi bantuan yang mengalir ke sekolah ini, termasuk dari Pemerintah Kabupaten Sergai.

Angin segar bagi lembaga pendidikan di bawah kelolaan pasangan suami istri Ustadz Arifin (60) dan Nurbaiti (42) ini. Sempat luput dari pantauan, pihak PLN yang mendengar informasi ini, Minggu malam, 17 Maret 2019, langsung melakukan pengecekan ke lapangan.

“Begitu dapat informasi dari Bapak Feby Joko Priharto General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Utara, tim PLN UP3 Lubuk Pakam dalam hal ini Kishartanto PP sebagai Manager menugaskan kepada Manager M
ULP Sei Rampah Edi Supanto untuk langsung melakukan pengecekan ke lapangan untuk memastikan kondisi dan lokasi sekolah tersebut” ungkap Manajer Bagian Perencanaan PLN UP3 Lubuk Pakam Henko Zuhriyadi, Senin (18/3/2019).

Selanjutnya, kata Henko, pihaknya bersama dengan tim teknik ULP Sei Rampah langsung melakukan pemasangan sambungan listrik ke sekolah ini. “Tadi kita juga sempat berbincang dengan Ustadz Arifin sebagai pengelola sekolah. Kita katakan bahwa ini merupakan bukti PLN juga peduli pendidikan” pungkasnya.

Sementara, Arifin saat dikonfirmasi mengaku sangat senang, karena akhirnya Madrasah yang kini menjadi tempat belajar 104 orang siswa, akhirnya memiliki listrik.

“PLN tak hanya mengaliri listrik ke sekolah, mereka juga memberikan bantuan berupa kipas angin, sehingga siswa yang belajar tidak lagi kepanasan dan mereka semakin betah. Terima kasih PLN” ucap Arifin dengan wajah berbinar.

Penulis/Editor : Yudhistira

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here