Pihak PLN melakukan Koordinasi dengan Pj Kepala Desa Hilikaramaha, Yamo Eraera (baju hijau) yang telah berperan aktif membantu untuk menurunkan angka pelanggan penunggak di desanya/foto : yudis

Onlinesumut-FANAYAMA : Persoalan tunggakan pelanggan listrik di Kepulauan Nias, ternyata sudah terjadi sejak lama. Ibarat bola salju, masalah ini terus membesar tanpa solusi hingga tunggakan para konsumen PT PLN (Persero) itu terus menumpuk bertahun-tahun hingga membengkak.

Operasi besar-besaran secara masif yang digelar PLN dengan melibatkan TNI Polri dalam beberapa bulan terakhir, turut membuka tabir, bahwa banyak para pelanggan yang tak pernah memenuhi kewajiban membayar tagihan listrik hingga mencapai 8 tahun.

Untuk memudahkan proses penagihan, pihak PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatera Utara pun sengaja melakukan pemetaan lewat pembagian zona mulai dari yang dianggap mudah (hijau), sedang (kuning) hingga tersulit atau paling rawan (merah) akibat adanya perlawanan.

Kendati demikian, pihak PLN juga tetap mengedepankan cara-cara manusiawi guna menghindari bentrokan. Tak hanya melakukan sosialisasi, langkah persuasif untuk menyadarkan masyarakat penunggak juga menjadi langkah utama.

Salahsatunya dengan melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat, tokoh agama bahkan dengan Kepala Desa (Kades) sebagai pimpinan wilayah di tiap kawasan yang menjadi Target Operasi.

Nias Selatan (Nisel) menjadi fokus utama operasi kali ini, setelah tercatat di kabupaten ini menjadi kawasan pemukiman penunggak terbesar.

Meski sudah berlangsung sejak Januari 2019, di Nisel sendiri operasi berupa penagihan, pemutusan sambungan rumah hingga pembongkaran meteran di rumah penunggak belum berjalan optimal. Sejauh ini, baru sekitar 30 persen saja yang mampu diperbuat PLN untuk menurunkan total tunggakan, akibat perlawanan warga.

Terdata, Kecamatan Fanayama di Nisel, menjadi salahsatu wilayah yang menjadi target operasi, akibat masih minimnya tingkat kesadaran warga untuk membayar tagihan listrik.

Namun, di antara kesulitan yang dirasakan PLN untuk menyelamatkan uang negara, ternyata masih ada masyarakat yang peduli membantu serta berperan aktif.

Ini pula yang ditunjukkan Pj Kepala Desa Hilikaramaha, Yamo Eraera. Sadar akan beban yang dipikul PLN dalam memberikan pelayanan dan sulitnya melakukan penagihan biaya listrik kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang dipimpinnya, ia pun mulai turut bergerak.

“Karena ini sudah menyangkut hajat hidup orang banyak. Jangan gara-gara beberapa warga menunggak listrik, kita yang peduli membayar listrik ikut jadi korban. Hal inilah yang membuat hati saya tergerak untuk ikut membantu” ucap pria 60 tahun ini, Kamis (14/3/2019).

Untuk melaksanakan niatnya itu, pria berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) ini pun turut berperan aktif melakukan sosialisasi kepada warganya yang masih menunggak pembayaran pemakaian listrik.

“Saya ikut mendatangi mereka. Memberi pemahaman. Setelah menemui warga, Saya baru tau ternyata banyak masyarakat yang belum sadar dan belum memahami tentang upaya yang dilakukan PLN. Karena akibat ulah pelanggan yang tak membayar kewajibannya, ini sangat beresiko bagi sebuah perusahaan” paparnya.

Pria yang kesehariannya juga bertugas sebagai Kepala SDN 071116 Siwalawa ini juga mengaku, upayanya untuk memberikan pemahaman kepada 116 KK yang bermukim di desa itu cukup membuahkan hasil.

“Saya katakan juga kepada mereka, bagiamana PLN ini mau terus menerangi kampung kita kalau kalian tidak mau bayar listrik. Ibarat sebuah mobil, bagaimana mau jalan kalau tidak ada bensin. Jangan gara-gara kalian pasokan listrik disini diputus total. Hasilnya, ya paling sekitar 10 persen saja pelanggan yang belum menyelesaikan tunggakan” ucapnya bangga.

Sebagai salahsatu tokoh masyarakat yang sudah mengabdi selama 40 tahun kepada negara sebagai ASN, ia berharap seluruh perangkat desa di Nisel bisa melakukan hal sama untuk meringankan beban PLN.

“Ingat, listrik ini kebutuhan utama. Jangan kita hanya bisa menikmati, tapi tak mampu membayar apa yang menjadi kewajiban kita. Semoga apa saya buat di Desa Hilikaramaha ini bisa menjadi contoh bagi penduduk yang belum sadar membayar listrik” pungkasnya.

Penulis/Editor : Yudis

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here