Flyer kegiatan Talkshow Refleksi 20 Tahun Kabupaten Mandailingnatal/foto : ist

Onlinesumut-PENYABUNGAN : Kabupaten Mandailingnatal (Madina) genap berusia 20 tahun pada hari ini, 9 Maret 2019. Meski tercatat sebagai kabupaten yang masih tergolong muda, Madina tumbuh mengikuti perkembangan zaman sebagaimana kabupaten-kabupaten lainnya.

Menyikapi hal tersebut, kelompok Civil Society dan perguruan tinggi yang terdiri dari LBH Al Amin Madina, Batang Pungkut Green Conservation (BGPC), Biro Bantuan Hukum Universitas Islam Sumatera Utara (BBH UISU), dan Yayasan Rumah Konstitusi Indonesia (YRKI) akan mengadakan kegiatan talkshow bertajuk ”Refleksi dan Rekomendasi 20 Tahun Kab. Madina” di aula hotel Abara, Jl. Lintas Timur, Panyabungan, Kab. Madina, pada hari Minggu besok, 10 Maret 2019.

“Forum talkshow ini bernama Forum Mandailing Maju dan Bermartabat (FMMB), yakni sebuah wadah bersifat ad hoc guna menampung kerjasama antar kelompok civil society, kaum intelektual, akademisi, pengusaha, kelompok pemuda dan komponen masyarakat lainnya yang peduli terhadap perkembangan Kabupaten Mandailingnatal” ujar Ketua Panitia Pelaksana Talkshow Muhammad Yasir Pasaribu.

Didampingi Andi Hakim Matondang selaku Sekretaris Panitia dan Bendahara Abdul Basid Nasution, Yasir juga menyebutkan bahwa semua kabupaten memiliki problem yang hampir sama. Mulai dari masalah yang berdimensi pembangunan manusia, dimensi infrastruktur, dimensi pemerintahan dan keuangan daerah, maupun dimensi lainnya.

“Terhadap persoalan-persoalan yang ada memang butuh langkah konkrit serta beragam terobosan dalam menanggulanginya” ucapnya.

Muara Sakti Lubis, mewakili unsur pembina forum ini berpendapat bahwa sangat perlu terobosan terkait infrastruktur, bencana banjir yang selalu berulang setiap tahun, problem sampah dan limbah, dan ketersediaan sumber-sumber energi yang lebih beragam dan ramah lingkungan sesuai dengan banyaknya potensi energi di Kabupaten Mandailingnatal.

Senada dengan hal tersebut, Ahmad Yani Lubis, mahasiswa Master Candidate of Wageningen University the Netherlands ketika dihubungi via Whatsapp menyesalkan kegiatan peringatan HUT Madina Ke-20 yang dinilainya hanya sebatas kegiatan formal dan seremonial semata.

“Saya melihat dari agenda setting Pemda Madina dalam memeriahkan HUT Madina ke-20 hanya dalam acara kegiatan formal saja seperti memberikan hiburan semata ke masyarakat yang seharusnya bisa mengambil salahsatu segmen dengan memperkenalkan program unggulan pemda bagi masyarakat di tahun 2019 atau program inovasi yang nantinya bisa menjadi leading buat program inovasi untuk dapat diimplementasikan oleh daerah lain” kata Yani Lubis yang kini bermukim di Negeri Kincir Angin, Belanda.

Direncanakan hadir dalam talkshow nanti, bertindak sebagai pembicara, H. Pandapotan Nasution, SH selaku pelopor pembentukan Kabupaten Mandailingnatal, M Amin Nasution, SH., MH (LBH Al Amin Madina), Dr Sakban Lubis (STAIN Madina), Fahrizal Efendi Nasution dan Burhanuddin Siregar (Anggota DPRD Sumut 2014-2019), H. Mahmudin Pasaribu (MUI Madina), Dr Amarullah Nasution (Tokoh Pendidikan, Ketua Yayasan Universitas Kepulauan Riau) dan Askolani Nasution (Budayawan Mandailing).

Ketua Panitia Yasir Pasaribu berharap dengan kegiatan semacam ini dapat menumbuhkan kebersamaan dan kekompakan antar kelompok masyarakat serta melahirkan serangkai ide, gagasan hingga solusi dalam menjawab ragam tantangan yang dihadapi Kabupaten Mandailing Natal hari ini dan di masa depan.

“Masa depan adalah peluang penting untuk mengubah kondisi kurang beruntung kita kini dan masa masa yang lalu. Mari kita raih bersama masa depan yang lebih cemerlang” tandasnya.

Penulis : Sakban Azhari Lubis
Editor : Chairul Fadly

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here