Dua berkas berita acara bertandatangan Noferius Lombu, mantan penyidik Kejari Gunungsitoli. Kertas putih diakui asli oleh Lombu. Sedangkan di kertas merah jambu itu diduga tandatangan palsu/foto : edy

Onlinesumut-GUNUNGSITOLI : Salinan berita acara pelaksanaan perintah penahanan Ir. Lakhomizaro Zebua yang beredar di tengah masyarakat saat ini, dinilai palsu oleh Noferius Lombu, mantan jaksa penyidik Kejari Gunungsitoli.

“Itu tanda tangan itu, palsu” kilah Noferius Lombu saat dimintai tanggapannya melalui pesan singkat whatsapp dengan nomor sim card 08235167xxxx, Rabu (27/02/2019).

Kata Lombu, berita acara yang benar dikeluarkan pada 12 Maret 2017 sambil melampirkan dua foto yakni, foto kertas pertama berwarna merah jambu (pink) tulisan hitam berisi potongan tandatangannya yang diduga palsu dan mirip berita acara penahanan Lakhomizaro Zebua yang beredar dikalangan masyarakat dan difoto kedua terdapat tandatangan Noferius Lombu dengan kertas warna putih tulisan hitam.

“Ini yg benar berita acara tgl. 12 Maret 2007, coba diteliti” jawabnya lagi berusaha meyakinkan bantahannya.

Ketika ditanya lebih jauh terkait berita acara yang dikeluarkan pada 12 Maret 2007 itu, Noferius Lombu terkesan mengelak untuk menjelaskan detailnya. Namun ia berdalih bahwa tidak pernah menandatangani surat tersebut dan foto yang dikirimkan sebatas contoh tandatangan.

“Yg saya maksud adalah yg sdr tanya itu di ☝️(atas) tidak pernah saya tandatangani, makanya saya kirim contoh tandatangan saya tersebut, ok terima kasih wasslam,” balasnya kembali lewat pesan whatsapp.

Mantan Jaksa Penyidik yang pernah bertugas di Kejari Gunungsitoli ini merasa keberatan dan akan melaporkan pemalsu tandatangannya, karena dinilai dapat dijadikan alat pemerasan.

“Iya sangat keberatan dan akan saya laporkan ttg tandatangan itu utk dijadikan alat pemerasan bg orang yg berkepentingan semata,” tandas Noferius.

Sebelumnya, berita acara pelaksanaan perintah penahanan terhadap tersangka korupsi Dana Perimbangan Sumber Daya Alam (PSDA) yang menyeret nama Lakhomizaro Zebua yang saat ini menjabat sebagai Walikota Gunungsitoli beredar di tengah masyarakat.

Bahkan untuk dipertanyakan legalitas surat tersebut, kelompok mengatasnamakan dirinya Forum Peduli Kepulauan Nias, sempat berdemonstraso di Kejaksaan Negeri Gunungssitoli pada 18 Februari 2019 lalu.

Penulis : Edy Zega
Editor : Yudis

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here