Ratusan warga Desa Lolofaoso Lalai, Kec. Hiliserangkai melakukan pemblokiran akses penghubung Nias ke Nias Barat sebagai bentuk kekecewaan mereka karena perbaikan jalan yang tak kunjung selesai/foto : edy

Onlinesumut-NIAS : Akses penghubung antara Kabupaten Nias menuju Kabupaten Nias Barat tepatnya di Desa Lolofaoso Lalai, Kec. Hiliserangkai, Selasa (26/02/2019), diblokir warga yang terlanjur kecewa terhadap pekerjaan pemeliharaan jalan yang tak kunjung selesai meski telah dikerjakan sejak 2018 lalu.

Protes inipun sengaja mereka tujukan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui UPT Dinas Binamarga Gunungsitoli sebagai pemilik proyek. Karena setelah dihampar base mulai Agustus 2018, debu bertebaran menyerang pemukiman warga dan sudah terjadi sejak enam bulan terakhir.

Sebagai pelampiasan, warga juga membakar ban bekas dan menumpuk kursi di tengah jalan.

Akibatnya, arus lalu lintas dari Kabupaten Nias menuju Kabupaten Nias barat atau sebaliknya lumpuh total.

Menurut warga, dampak abu tersebut telah menimbulkan penyakit berupa batuk dan ISPA khusus warga disepanjang jalan di Kecamatan Hiliserangkai.

“Kami bisa mati disini akibat debu ini, setiap kami makan dan minum selalu bercampur debu sehingga kami terkena penyakit batuk dan sesak nafas” ujar Mei Derius Mendrofa, salahseorang warga setempat.

Warga mengancam, pemblokiran jalan tersebut terus dilakukan sampai adanya penanganan serius dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

“Jalan ini terus kami blokir sebelum jalan ini diselesaikan dalam waktu dekat,” ancam warga.

Dalam protesnya, warga juga meminta penjelasan dari Unit Pelaksana Terknis Daerah Binamarga Gunungsitoli terkait belum terselesaikannya pemeliharaan jalan tersebut.

“Kami minta Gubernur Sumatera Utara Pak Edy Rahmayadi dan Kepala UPTD Bina Marga Gunungsitoli Equator Jaya Daely untuk dapat menjelaskan kendala penyelesaian pembangunan ini karena lama-kelamaan kami mati satu persatu akibat debu ini,” keluh warga.

Sementara di lokasi terpantau, aksi protes warga ini didominasi emak-emak dan anak-anak.

Penulis : Edy Zega
Editor : Ivan

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here