Aksi Mahasiswa Pemantau Dana Desa (FMPDD) Provinsi Sumatera Utara saat menyampaikan orasi terkait proyek program website Desa di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) di depan Kantor Kejatisu Jl. AH Nasution, Medan/foto : ist

Onlinesumut-MEDAN : Program website Desa di Kec. Sipirok, Kab. Tapanuli Selatan (Tapsel) beranggaran hingga ratusan juta rupiah mulai menjadi sorotan.

Bukan karena kualitas, namun karena proyek yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2018 itu kini justru tidak berfungsi.

“Proyek ini ada dugaan upaya pemaksaan pihak kecamatan. Kami minta penegak hukum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) untuk segera memeriksa dan tangkap segera Camat Sipirok, Kabupaten Tapsel,” tegas Kordinator Aksi
Forum Mahasiswa Pemantau Dana Desa (FMPDD) Provinsi Sumatera Utara, Carten Pohan saat berorasi di depan Kantor Kejatisu, Jl. AH Nasution, Medan, Kamis (21/2/2019).

Berdasarkan data investigasi
FMPDD, disebutkan Carten, dua proyek itu yakni
https://updesa.com/website-desa dan
http://www.banjaran.desa.id
menghabiskan anggaran puluhan juta rupiah tapi hasilnya nihil.

“Proyek pekerjaan website desa yang tidak berfungsi itu jelas merugikan keuangan negara. Bahkan, pihak aparatur desa dalam membuat laporan kegiatan menjadi kewalahan. Ini diduga aparatur desa belum dibekali pembelajaran membuat laporan secara online,” ungkapnya.

Dalam aksi itu, FMPDD meminta Jaksa Agung Pengawas (Jamwas) untuk memeriksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Tapsel karena di duga ada unsur syarat Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN), karena terkesan membiarkan perbuatan tindak pidana korupsi di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel.

“Kejari Tapsel harus di periksa karena di duga ikut mengamankan kegiatan desa bermasalah,” kecamnya.

Kedatangan massa FMPDD Provinsi Sumut diterima Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejatisu Sumanggar Siagian.

“Silakan sampaikan data lengkapnya untuk kita sampaikan ke pimpinan,” kata Sumanggar di hadapan massa aksi.

Sementara aksi yang berlangsung damai itu terlihatmendapat pengawalan aparat kepolisian. Aksi membubarkan diri setelah diterima Kasi Penkum Kejatisu.

Penulis/Editor : Chairul Fady

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here