Para pejabat yang ikut dalam panen raya perdana Pemkab Labuhanbatu Plus, di Desa Sei Penggantungan berfoto bersama/foto : mora

Onlinesumut-LABUHANBATU : Panen raya perdana padi yang dilaksanakan di Desa Sei Penggantungan Kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhannatu, Selasa (19/2/2019), disambut oleh Plt Bupati Labuhanbatu H. Andi Suhaimi Dalimunthe ST, MT yang diwakili Asisten Ekbang dan Kesra Setdakab Ir. H. Hasan Heri Rambe.

Dalam sambutannya, Hasan Heri mengatakan, akan berkonsentrasi untuk melakukan pembinaan dan peningkatan petani padi.

Hal tersebut dikatakannya dalam rangka mendukung program swasembada pangan tahun 2019, yang berlangsung di desa Sei Penggantungan, Kec. Panai Hilir.

Menurut Hasan Heri, untuk meningkatkan produksi dan produktifitas padi, Kementerian Pertanian melaksanakan program kegiatan budidaya padi Gogo/lahan kering, dan di Kabupaten Labuhanbatu mendapat alokasi bantuan benih untuk areal seluas 11.224 Ha, dengan harapan dapat menyejahterakan para petani.

“Kami berharap agar potensi lahan yang ada dapat dikelola secara optimal dengan melaksanakan penaman padi, dari satu tahun sekali menjadi dua kali setahun, dengan varietas benih yang bersertifikat, selanjutnya diharapkan para penyuluh pertanian terus meningkatkan pembinaan dan bimbingan kepada para petani,” ujar Hasan.

Sementara, Dandim 0209/LB Letkol Inf Santoso pada sambutannya yang disampaikan Kasdim 0209/LB Mayor inf Ertiko Cholifa SH,S.Pd mengatakan, ketahanan pangan merupakan kekuatan suatu negara. Karena itu TNI perlu ikut mendukung program pemerintah dalam hal kelancaran dan pencapaian swasembada pangan secara berkelanjutan.

“Program swasembada pangan di Labuhanbatu telah kami dukung sejak awal pencanangan dengan meningkatkan kemampuan para Babinsa bidang pertanian, dalam mendampingi PPL untuk mendorong para petani, dan mengawal pendampingan bantuan pemerintah kepada kelompok tani di lapangan” terang Ertiko.

Disampaikannya pula, jajarannya siap menyukseskan dan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah, instansi terkait, serta masyarakat dengan memanfaatkan bantuan bibit dan pupuk yang diberikan oleh pemerintah, dengan harapan petani dapat menyisihkan hasil panen untuk diserap oleh Kansilog Rantauprapat guna menyukseskan swasembada pangan di Kabupaten Labuhanbatu.

Tampak hadiri dalam kegiatan itu Kapolsek Panai Hilir AKP Budiarto, para Kepala OPD jajaran Pemkab Labuhanbatu, Camat Panai Hilir Marasaman Harahap SE serta Kepala Desa Sei Penggantungan Sapon Rinaldi.

Kepala Dinas Pertanian Labuhanbatu Agus Salim kepada Onlinesumut, Rabu (20/2/2019) menyebutkan, dari areal seluas 5.924 Ha lahan sawah pertanian padi pada kegiatan panen raya perdana di Desa Sei Penggantungan membuktikan, bahwa panen padi dan swasembada pangan tidak akan pernah gagal.

“Syukurlah, kegiatan panen raya padi perdana ini sukses. Sebab, selama ini ditafsirkan segilintir masyarakat, bahwa dari luas 5.924 Ha lahan pertanian padi di Desa Sei Penggantungan, terancam akan gagal panen dan terancam swasembada pangan di Kab Labuhanbatu. Sudah terbuktikan kegiatan panen raya perdananya, sukses ” ungkap Agus.

Agus menjelaskan, bahwa harga gabah padi saat panen raya perdana di Desa Sei Penggantungan Rp4.300 sampai dengan Rp4.600 per kilogramnya.

“Perkiraannya, hasil panen padi yaitu luas 1 Ha menghasilkan 6 ton padi. Luas areal padi 5.924 Ha. Artinya, sebanyak 35.544.000 ton hasil panen gabah padi dari Desa Sei Penggantungan” urainya.

Namun, masyarakat bersama gabungan Kelompok Tani padi Desa Sei Penggantungan berharap, hendaknya panen raya padi perdana di Desa Sei Penggantungan tersebut, hanya sebagai ‘Lip Servis” sesaat hanya ntuk menutupi kegaduhan dari keluhan masyarakat dan Koptan padi. Apalagi seluruh hasil panen raya padi di Desa Sei Penggantungan tersebut, hasil kerap dijual ke Asahan.

“Sejak dahulu sampai saat ini, hasil panen gabah padi, terpaksa kami bawa ke Kabupaten Asahan melalui jalur laut memakai kapal boat dan gabah padi dijual di daerah Kabupaten Asahan” ungkap P Limbong, masyarakat Desa Sei Penggantungan bersama Koptan padi.

Mereka berharap Pemkab Labuhanbatu melakukan gebrakan serta mengambil kebijakan, agar hasil panen gabah padi dari Desa Sei Penggantungan seluruhnya ditampung oleh Pemkab Labuhanbatu, bukan ke kabupaten lain.

Penulis : Moratua Tanjung
Editor : Chairul Fadly

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here