Aksi pembakaran ban bekas yang dilakukan kader HMI saat menggelar unjukrasa di UMSU sebagai protes atas tindak arogansi petugas keamanan kampus/foto : ist

Onlinesumut-MEDAN : Kasus insiden pemukulan terhadap sejumlah mahasiswa yang notabene kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) beberapa hari lalu oleh petugas satuan pengamanan kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) berbuntut panjang.

Puluhan mahasiswa dari HMI yang memprotes sikap arogansi satpam yang diduga bertindak atas perintah pihak rektorat itupun, Senin (18/2/2019), menggelar unjukrasa di kampus tersebut di Jl. Muchtar Basri, Medan.

Dalam aksinya, mahasiswa Menuntut Rektor UMSU Dr Agussani MAP, segera mengklarifikasi insiden tindakan brutal yang berujung terjadinya pemukulan terhadap kader HMI

“Kita minta agar Rektor turun untuk mengklarifikasi pengusiran mahasiswa HMI yang membuat posko rekrutmen kader, dengan menggunakan satpam yang langsung bertindak arogan dan memukuli mahasiswa tanpa kata kata,” teriak Fazri selaku pimpinan aksi.

Fazri juga menuding, peristiwa kekerasan itu semakin membuktikan bahwa tidak ada lagi nilai-nilai kemaslahatan di UMSU, dan universitas terkemuka cenderung terus menampilkan tindakan semenan mena untuk memperlakukan mahasiswa.

“UMSU kerap sekali melakukan kriminalisi terhadap mahasiswanya, kebebasan berekspresi, kebebasan berserikat, kebebasan berpendapat sangat sulit di kampus UMSU” kecamnya.

Sayangnya, beberapa jam menggelar aksi, Rektor UMSU Agussani yang diharapkan hadir menemui demonstran, tetap tak muncul. Sebagai pelampiasan, massa HMI pun memilih melakukan pembakaran ban bekas sambil membentang poster berisi kecamam atas insiden tersebut.

Namun aksi mahasiswa itu justru menyulut tensi pihak keamanan kampus. Kericuhan pun tak terelakkan saat pihak kampus dengan menggunakan racun api berupaya memadamkan api dari ban bekas yang dibakar.

Aksi dorong dan baku hantam pun tak terelakkan karena pengunjukrasa melakukan penghadangan upaya pemadaman api. Beruntung keributan tak berlangsung lama.

Sementara, hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak UMSU atau kekisruhan yang memicu emosi anak didiknya itu.

Penulis/Editor : Chairul Fadly

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here