GM PLN UIW Sumut Feby Joko Priharto melakukan salam komando dengan Bupati Taput Nixon Nababan dalam kegiatan Ground Breaking PLTMH di Desa Simasom, Kec. Pahaejulu/foto : yudis

Onlinesumut-PAHAEJULU : Setelah melakukan penandatangan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dengan pihak PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Utara (UIW Sumut) baru-baru ini, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) Batangtoru 3 yang dibangun PT Berkah Alam Lestari Energi di Desa Simasom, Kec. Pahae Julu, Kab. Tapanuli Utara, akhirnya resmi bergulir.

Hal itu ditandai dengan pelaksanaan Ground Breaking atau peletakan batu pertama pembangunan pembangkit berdaya 2×5 Mega Watt yang digelar, Senin (11/2/2019).

Selain dihadiri Bupati Taput Nixon Nababan dan unsur Muspida setempat, turut pula hadir General Manager PT PLN UIW Sumut Feby Joko Priharto, Dirut PT Berkah Alam Lestari Energi (BALE) Djani Suteja selaku pengembang dan perwakilan PT Barata Indonesia sebagai pihak yang melakukan pembangunan konstruksi.

Dalam sambutannya, Dirut PT BALE, Djani Suteja mengungkapkan PLTMH yang memanfaatkan potensi Sungai Batangtoru, untuk meningkatkan sistem elktrifikasi dengan menggunakan Energi Baru Terbarukan (EBT).

“Sejauh ini, kegiatan yang sudah kami lakukan di Desa Simasom ini berupa pembukaan jalan, akses menuju bendung dan power house. Kami targetkan proyek ini selesai di akhir tahun 2020” ucap Djani optimis.

Sedangkan PT Barata Indonesia (Persero) lewat Deputi General Managernya Iman Rehatsyah memastikan, bahwa PLTMH Batangtoru 3 ini murni dilakukan anak bangsa. “Perannya di masa depan akan sangat penting, mengingat terus menurunnya peran energi fosil” terangnya.

Sedangkan GM PLN UIP Sumut Feby Joko Priharto dalam sambutannya mengatakan, seperti diketahui bersama, PLN dan pemerintah terus berupaya memenuhi target bauran EBT sebesar 23% pada tahun 2025, serta menciptakan harga listrik yang kompetitif dan affordable.

“Walaupun listrik saat ini surplus di Sumatera Utara, konversi energi menjadi energi yang ramah lingkungan menjadi sangat penting bagi kami (PLN) untuk dapat mendukung kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan, seperti salah satu misi PLN dalam menjalankan roda perusahaan” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Feby, EBT seperti tenaga surya, aliran air, panas bumi, sinar matahari, angin, arus laut dan biomassa, ini sudah sepatutnya dijadikan priortias utama guna memajukan teknologi ramah lingkungan dalam menyediakan listrik bagi masyarakat Indonesia.

“Perlu diketahui bersama bahwa untuk Sumatera saat ini sudah sebesar 1.214,17 MW, dari total RUPTL sebesar 5.533,6 MW yang direncanakan pembangunan, sudah dilaksanakan Power Puchase Agreement (PPA) atau Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) antara PLN dengan Independent Power Producers (IPP)” urainya.

Dengan jumlah 70 IPP yang sudah dilaksanakan PPA pada tahun 2017, sambungnya, progres percepatan yang tinggi agar target tahun 2020 beroperasi saat ini sudah 4 Commercial Operating Date (COD) dan 26 progres konstruksi, memiliki kapasitas total 787,95 MW, yang salah satunya adalah PLTM Batangtoru 3 ini.

“Upaya mempercepat pengembangan PLTM Batangtoru 3 dan Pembangkit Listrik EBT ini juga sangat mendukung untuk penyediaan tenaga listrik yang sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mengoptimalkan BPP tenaga listrik agar Tarif Tenaga Listrik menjadi semakin terjangkau oleh masyarakat dan kompetitif bagi dunia industri” tandasnya.

Feby juga mengungkapkan, EBT merupakan masa depan sumber energi bagi masyarakat dunia dan terutama Indonesia. EBT juga perlu dijadikan prioritas karena dari sisi pengembangan dan pemanfaatan, Indonesia masih belum optimal dalam memanfaatkan sumber EBT yang sangat berpotensial untuk dikembangkan.

“Kami berharap seluruh lapisan masyarakat dapat mendukung bersama Pembangkit Listrik EBT, baik yang sekarang ini sedang dalam progres pembangunan maupun yang sudah beroperasi. Marilah kita sama-sama menjaga segenap aspek keamanan dan kenyamanan, agar PLN bersinergi dengan seluruh stakeholder dan masyarakat, dapat bersama membangun Indonesia, khususnya Sumatera Utara, dengan energi-energi yang go green” tutur Feby.

Menyangkut menjaga kehandalan listrik, Feby juga berharap Pemkab Tapanuli Utara bersama seluruh masyarakatnya, bisa bersama-sama menjaga jaringan yang tersedia.

“Isu defisit di Sumut kisah usang. Sudah berkecukupan energi kelistrikan. Tantangan kehandalan yang kini harus terus ditingkatkan, karena kita masih menggunakan kawat sehingga rentan gangguan alam, terutama pohon. Kami berharap masyarakat di Taput ini bekerjasama untuk tim kami melakukan perampalan pohon yang dipastikan bakal mengakibatkan pemadaman” pungkasnya.

Sementara Bupati Taput Nixon Nababan berharap, pembangunan PLTMH ini mampu menggerakkan seluruh perekonomian di kabupaten tersebut.

“Saya rasa kalau dua tahun proses pembangunannya terlalu lama, kami harap kalau bisa ini bisa selesai dalam waktu setahun, sehingga perekonomian masyarakat khususnya lewat UKM bisa terdongkrak” harapnya.

Guna membantu proses pembangunan PLTMH yang merupakan bagian dari investasi itu, Nixon juga berharap seluruh peran serta masyarakat untuk mendukung penuh.

“Jika ada hal-hal yang tak sejalan, saya harap masyarakat bisa menyampaikannya lewat kepala desa, camat atau langsung kepada saya, agar segera kita cari solusinya. Saya yakin asal tak terlalu memberatkan, semuanya bisa diselesaikan” tandasnya.

Kegiatan Ground Breaking PLTMH ini ditandai dengan pemotongan pita yang dilakukan Bupati Taput Nixon Nababan bersama GM PLN UIW Sumut Feby Joko Priharto, serta ditutup dengan penanaman pohon bersama.

Penulis/Editor : Teuku Yudhistira

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here