Suasana kediaman pelaku NV yang sempat dikerumuni ratusan warga. Tampak pulak sejumlah aparat kepolisian berjaga guna meredam meluasnya konflik/foto : ist

Onlinesumut-MEDAN : Guna meredam terjadinya amuk massa pasca tindak pidana penganiayaan terhadap Ustadz Nursarianto alias Anto di kawasan Jl. Mandailing (Pukat 1), Kel. Bantan, Kec. Medan Tembung, Kamis sore 7 Februari 2019, pihak Polrestabes akhirnya melakukan langkah persuasif.

Setelah berhasil membubarkan ratusan massa yang sempat mengerumuni kediaman rumah pelaku, petugas akhirnya juga berhasil mengamankan wanita tersebut.

Informasi yang dihimpun Onlinesumut menyebutkan, wanita Tionghoa yang melakukan penganiayaan terhadap Ustadz Nursarianto itu, datang sendiri memyerahkan diri ke Mapolrestabes Medan setelah mengikuti anjuran pihak kepolisian yang disampaikan lewat keluarganya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pantauan di Mapolrestabes Medan, hingga Jumat (8/2/2019) dinihari, puluhan warga terlihat mengerumuni kantor kepolisian di Jl. HM Said itu untuk mengetahui proses konfrontir antara korban dengan pelaku yang menjalani pemeriksaan di ruang Unit PPA.

Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Harianto saat dikonfirmasi mengakui bahwa pelaku yang diketahui berinisial NV, berusia 30 tahun itu sudah diamankan.

“Ya sudah diamankan dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan penyidik PPA” terang Dadang.

Ia pun berharap agar masyarakat bisa bersabar dan memberikan kepercayaan kepada pihaknya untuk menyelesaikan kasus ini.

“Saya mengimbau agar masyarakat tidak terpancing dan tidak terprovokasi. Biarkan petugas kami bekerja untuk menyelidiki kasus ini” tutur Dadang.

Seperti diketahui, peristiwa yang nyaris memicu amuk massa ini terjadi akibat ulah wanita Tionghoa berpenampilan seperti laki-laki itu yang diduga menganiaya Ustadz Nursarianto.

Menurut korban, aksi membabi buta si wanita bersama ibunya yang terjadi pada Kamis sore, berawal saat korban memprotes anjing terduga pelaku yang mengejar anak-anak.

“Awalnya saya baru saja rapat dengan guru Madrasah di Madrasah Muhammadiyah Jl. Mandailing, Kec. Bantan Timur Medan karena akan melaksanakan Pekan Olah Raga Seni Diniyah” kisah korban.

Karena kurang persyaratan, lanjut Anto, ia pun beranjak pulang untuk mengambil kekurangan berkas itu.

“Di tengah Jl. Mandailing, Saya lihat murid Madrasah NU dikejar anjing cina itu. Lalu saya turun untuk menegur cina agar jangan melepas anjing sembarangan… Lalu dia jawab, Anda Siapanya. Saya jawab, Saya manusia yang gak tega ada anak Madrasah dikejar anjing sampai ketakutan” urainya.

Dampak dari kejadian itu, korban dan terduga pelaku pun akhirnya terlibat pertengkaran.

“Karena saran pemuda setempat Saya mesti pergi, Saya menghindar ke Jalan Mandala dan kereta (sepeda motor) Saya tertinggal. Maka saya tunggu reda. Tapi perempuan gadis cina itu malah datang bersama mamaknya menyerang Saya. Saya dipukul hingga terjadi pendaharan dan jahitan saat vsum di RS Haji Medan” turtur Nursarianto.

Usai menjalani visum, korban pun akhirnya mendatangi Mapolsek Percut Seituan untuk membuat laporan.

Ternyata, kasus ini tak berhenti disitu. Setelah korban memposting insiden berdarah yang dialaminya di laman pribadi facebook miliknya, para warganet pun langsung merespon dan seketika bereaksi hingga akhirnya mengerumuni kediaman pelaku.

Penulis/Editor : Chairul Fadly

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here