Kantor Pengadilan Agama Rantau Prapat, Kab. Labuhanbatu/foto : mora

Onlinesumut-RANTAUPRAPAT : Kota Rantauprapat, Kab. Labuhanbatu, mendadak digegerkan dengan kabar banyaknya beredar buku nikah palsu di tengah masyarakat.

Desas desus mencuat, buku nikah palsu itu bisa tersebar luas, erat kaitannya dengan gugatan cerai di PA Rantauprapat.

Anehnya, menyangkut kabar ini, Ketua Pengadilan Agama (PA) Rantau Prapat H Bakti Ritonga SH dan Humasnya Eddy Sumardy, justru menolak dikonfirmasi.

Saat Onlinesumut bertandang ke kantor tersebut di Jl. Sisingamangaraja, Komplek Asrama Haji, Rantauprapat, Senin (4/2/2019), seorang petugas piket wanita Kantor PA Rantauprapat berdalih agar membuat surat tertulis secara resmi untuk konfirmasi.

“Kata Pak Hakim ketua PA, agar bapak media kalau mau konfirmasi buat surat tertulis saja kepada Ketua PA apa yang hendak dikonfirmasikan ditulis didalam surat bapak. Gitu kata Ketua Hakim. Kami hanya petugas piket pak” kilah perempuan yang mengaku bernama Kartika Sari tersebut.

Situasi inipun sangat bertolak belakang dengan sebelumnya ketika Ketua PA Rantauprapat H Bakti Ritonga melalui Humasnya Eddy Sumardy S.Ag pernah menyebutkan kepada wartawan soal banyak buku nikah palsu yang beredar di lapangan.

“Walaupun buku nikah tersebut palsu, sidang putusan di PA Rantauprapat tetap dilanjutkan. Sebab, buku nikah palsu tersebut bukan produk PA Rantauprapat, melainkan Produk dari Kantor Urusan Agama (KUA)”, sebut Eddy pada awak media belum lama ini.

Keterangan Eddy itupun sontak membuat, sontak elemen masyarakat di Kab. Labuhanbatu dan khususnya di Kota Rantauprapat penasaran terkait betul tidaknya persoalan yang diungkapkan pihak PA tersebut.

“Bagaimana maksud ketua PA Rantauprapat dan Humas PA, yang menyebutkan banyak beredar dan ditemukan dilapangan buku nikah palsu? Artinya, dikantor PA Rantauprapat pun, banyak juga ditemukan buku nikah palsu sewaktu memutuskan sidang gugatan cerai lah, gitu” ucap dua orang warga bernama Riko Siregar dan Shiva Tanjung terkait kabar ini.

Atas situasi yang mulai memicu kekisruhan, masyarakat berharap Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang SH SiK, untuk memrintahkan anggotanya melakukan penyelidikan dan penyidikan.

“Polisi sebagai penyidik, harus cepat bertindak dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku” pungkas Riko Siregar.

Penulis : Moratua Tanjung
Editor : Chairul Fadly

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here