Disaksikan jajaran pejabat di PLN UIP Sumbagut dan pihak PMI, Manajer Sub Bidang Pengendalian Bag Operasi, Eko Sukmawanto mendonorkan darahnya dalam kegiatan bakti sosial semarak Bulan K3 Nasional/foto : yudis

Onlinesumut-MEDAN : Dalam rangka menyemarakkan Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Nasional, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP Sumbagut) yang berkedudukan di Jl. Dr Cipto No.12 Medan, Senin (4/1/2019) menggelar kegiatan bakti sosial donor darah.

GM PLN UIP Sumbagut Octavianus Padudung diwakili Manajer Sub Bidang Pengendalian Bag Operasi, Eko Sukmawanto mengatakan, kegiatan yang digelar di Aula Lantai 5 Gedung PLN UIP Sumbagut ini, diselenggarakan dalam rangka Bulan K3 Nasional tahun 2019 guna mencapai Kemandirian Masyarakat Indonesia Berbudaya Keselamatan Kerja (K3) secara berkesinambungan, efektif dan efisien.

“Kegiatan ini sendiri diikuti oleh segenap karyawan-Karyawati beserta tenaga alih daya dan juga warga sekitar kantor di Kelurahan Anggrung, Kec. Medan Polonia” terangnya.

Eko Sukmawanto juga mengucapkan terimakasih kepada pihak PMI Kota Medan yang telah memfasilitasi kegiatan donor darah.

“Semoga Ini bisa menjadi amal jariyah bagi para pendonor yang secara sukarela menyumbangkan darahnya untuk kepentingan masyarakat yang membutuhkan” harapnya.

Teknis Penyaluran Darah

Sementara, Ketua PMI Kota Medan Musa Rajekshah yang diwakili Ketua PMI Medan Kota, Yoka dalam kegiatan tersebut turut menjelaskan bagaimana masyarakat yang membutuhkan donor darah bisa mendapatkannya dengan mudah dari pihak PMI.

“Harus dipahami masyarakat, untuk mendapatkan darah dari PMI, sebelumnya harus ada pengantar berikut sampel dari rumahsakit PMI. Jangan khawatir, untuk memenuhi kebutuhan itu kami buka 24 jam ” ujar Yoka.

Ia juga mengungkapkan, harga resmi untuk per bag atau seberat 350 cc senilai Rp360.000.

Menurut Yoka, harga resmi itu merupakan harga subsidi dari total biaya sebenarnya sebesar Rp850.000.

“Karena setiap darah hasil donor yang kami peroleh itukan selanjutnya dibawa ke laboratorium untuk dilakukan cek Chyplisi, HIV, Hepatitis A dan Hepatitis B. Lagi pula usia darah itu hanya bisa kami simpan selama 30 hari. Jadi sebenarnya untuk itu semua biayanya 850 ribu. Tapi disubsidi pemerintah menjadi 360 ribu” urai Yoka.

“Karena itu kami imbau masyarakat jangan pakai perantara. Bisa langsung ke PMI di Jl. HM Said. Jadi jangan ada lagi ucapan kami berdonor, tapi kok sulit mendapatkan darah. Kami pastikan mudah jika ada rekomendasi dari rumahsakit dan datang langsung” pungkasnya.

Sementara, sebagai bentuk peran serta PLN UIP Sumbagut dalam donor darah ini, kegiatan Bulan K3 Nasional ini ditandai dengan pemberian cenderamata berupa sertifikat dari PMI Kota Medan.

Penulis/Editor : Yudis

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here