Ratusan kader IPK Kota Medan terlihat berkumpul di depan kantornya di Jl. Burjamhal, Medan untuk mendengarkan arahan Ketua DPD IPK Kota Medan Thomas Purba pasca tewasnya salahsatu kader mereka di tangan ormas pemuda lain/foto : ist

Onlinesumut-MEDAN : Pasca pengeroyokan di Jl. Cemara, Desa Sampali, Kec. Percut Seituan, Deliserdang yang menewaskan seorang kadernya bernama Jarisman Saragih (22) akhir pekan lalu, Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Pemuda Karya (DPD IPK) Kota Medan akhirnya angkat bicara.

Ketua DPD IPK Kota Medan, Thomas Purba menegaskan, pengeroyokan tersebut sangat tidak berprikemanusiaan.

“Seharusnya orang (korban) yang sudah tidak berdaya tidak boleh diperlakukan seperti itu. Satu orang dianiaya oleh puluhan orang sungguh tidak punya prikemanusiaan” kecamnya dalam temu pers di Kantor DPD IPK Medan, Jl. Burjamhal, Medan, Senin (4/2/2019).

Thomas juga memastikan bahwa insiden berdarah tersebut tak bisa dikatakan bentrok. Karena faktanyanya, yang terjadi adalah sebuah penghadangan, penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan oleh puluhan orang terhadap kader IPK Labuhan Deli, ketika melintas di lokasi kejadian saat korban bersama rombongan usai menghadiri pelantikan di Lapangan Gajah Mada, Jl. Krakatau, Medan.

“Ini bukan bentrok, melainkan dicegat oleh kurang lebih 50 orang. Jadi sudah perencanaan dari awal. IPK tidak ada melakukan penyerangan” tegasnya.

Ia juga memaparkan, selain merenggut nyawa seorang kadernya, peristiwa itu juga mengakibatkan seorang kader IPK lainnya menderita luka-luka akibat tembakan senjata dan dipanah.

“Mereka dipersenjatai. Jadi ini sudah direncanakan. Kami minta polisi bertindak tegas menangkap pelaku, dan aktor intelektual dibalik kejadian ini” ujarnya.

Atas peristiwa tersebut, Thomas juga telah mengeluarkan instruksi kepada seluruh kader IPK untuk melakukan pengawalan atas kasus tewasnya kader mereka. Namun ia mengimbau kepada seluruh kader IPK untuk menahan diri, sepanjang aparat kepolisian bekerja maksimal.

“IPK sudah membuat satu sikap, seluruh kader IPK saya instruksikan agar tetap mengawal,” sebutnya.

Di samping itu, Thomas juga mencurigai ada motif lain dalam peristiwa ini, khususnya yang berhubungan dengan penyelidikan kepolisian soal dugaan alif fungsi hutan.

“Saya kira mungkin ini ada hubungan. Mungkin pengalihan dari masalah kemaren (alih fungsi hutan jadi perkebunan sawit), sehingga perhatian warga menjadi teralihkan,” tudingnya.

Untuk itu, Thomas menegaskan, IPK siap mendukung Kepolisian dalam menuntaskan masalah ini, meski saat ini pihak berwajib mengaku telah berhasil mengamankan 3 orang terduga pelaku.

“Kalau memang kita sama-sama menginginkan kota Medan dan Indonesia kondusif, ini harus ditindak tegas. Semua pelaku harus ditangkap, supaya kejadian ini tidak terulang” desaknya.

Diberitakan sebelumnya, suasana di Jl. Cemara, Desa Sampali, Kec. Percut Seituan dihebohkan dengan tewasnya kader IPK, Sabtu 2 Februari 2019 petang. Korban tersebut tewas dalam posisi terkapar dengan mengenakan baju seragam IPK.

Korban tewas bernama Jarisman Saragih, kader ormas IPK Kecamatan Labuhan Deli. Sebelum diketahui meregang nyawa, korban diketahui korban baru selesai mengikuti pelantikan PAC IPK Kecamatan Medan Timur dan PAC IPK Medan Perjuangan di Lapangan Gajah Mada, Jl. Krakatau, Medan.

Selanjutnya, sekitar pukul 16.00 WIB, korban berencana pulang dengan menggunakan sepeda motor menuju tempat tinggalnya di Desa Pematang Johar, Kec. Labuhan Deli dan melintasi Jl. Cemara.

Ketika melintas di Jl. H Anif, ia dihadang oleh sejumlah orang tak dikenal yang diduga dari kubu ormas kepemudaan lain. Naas, korban akhirnya tewas setelah menjadi sasaran pengeroyokan.

Penulis/Editor : Riki

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here