Pihak kepolisian saat melakukan pemeriksaan dan olah TKP di lokasi kejadian/foto : Jhonson

Onlinesumut-LANGKAT : Inilah salahsatu faktor kenapa setrum dilarang menjadi alat tangkap ikan. Kisah miris Reky Wahyudi ini mungkin bisa jadi pelajaran berharga bagi para pencari ikan atau nelayan.

Pria 28 tahun penduduk Dusun VII, Desa Sukajadi, Kec. Hinai ini, tewas secara tragis setelah kesetrum alat tangkap ikannya sendiri.

Menurut informasi, kejadian yang dialami Reky Wahyudi terjadi Senin, 21 Januari 2019. Saat itu korban bersama dengan istrinya hendak menyetrum ikan yang berada di kolam belakang rumah kakeknya sendiri di Dusun V, Desa Baru, Kec. Hinai.

Pada saat akan menyetrum ikan, korban mengambil arus listrik dari rumah dengan tujuan hendak menyetrum ikan langsung ke kolam. Pada saat hendak menyetrum ikan, korban tidak memakai pengaman kaki dan tangan sehingga arus listrik langsung menyengat tubuh korban.

“Korban seketika langsung tersengat arus listrik karena tidak memakai pengamanan kaki dan tangan tegangan tinggi dan menyebabkan korban terjatuh ke dalam kolam,” kata Kapolres Langkat, AKBP Doddy Hermawan melalui Kasubbag Humas Polres Langkat, AKP Arnold Hasibuan SH, Selasa (22/1/2019).

Jelas Arnold, pihaknya juga sudah memintai keterangan dari saksi-saksi yakni Deby Hartantri, istri korban (25), warga Dusun VII, Desa Sukajadi, Ponio Sastro (61), warga Dusun V, Desa Baru, dan Joko Susilo (30), warga Dusun V, Desa Baru, Kec. Hinai.

Dalam penyelidikan, Arnold Hasibuan mengungkapkan, pihaknya mengamankan barang bukti kabel listrik sepanjang 5 meter, kayu sepanjang 1,5 meter dan 1 buah colokan listrik.

“Pihak keluarga juga sudah membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi,” pungkasnya.

Penulis : Jhonson Siahaan
Editor : Chairul Fadly

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here