Kondisi dua sejoli yang tewas dengan luka tembak dan dalam posisi tanpa busana ketika ditemukan tergeletak di kamar C12 Hotel Central, Kisaran, Kab. Asahan/foto : ist

Onlinesumut-KISARAN : Teka teki dibalik tewasnya pasangan kekasih di dalam kamar C 12, Hotel Central di Jl. Sei Gambus, Kota Kisaran, Kab. Asahan, Senin 7 Januari 2018 kemarin sekitar pukul 13.00 WIB, mulai terkuak.

Dua sejoli itu masing-masing Hasim Prasetia (33), seorang alesman PT. TSM (Aqua), penduduk Kel. Bunut Barat, Kec. Kota Kisaran Barat dan Devi Istiana (23),
karyawan gudang Bangunan Semen Saudara Jaya di Jl. A Yani Kisaran (samping Hotel Nusa Indah), warga Pondok Karang Anyer Kel. Karang Anyer, diduga tewas bunuh akibat tembakan senjata api rakitan yang sudah dipersiapkan sang pria.

Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu mengungkapkan, sesuai data dari pihak Hotel Central, keduanya diketahui pada Minggu 6 Januari 2019, sekitar pukul 10.16 WIB memesan kamar C12.

“Keesokan harinya Senin 7 Januari 2019, sekitar pukul 12.00 wib security bernama Fahmi Nurmawan, menggedor pintu kamar C12 untuk mengingatkan penyewa kamar apakah mau nyambung atau cek out. Namun tidak ada jawaban dari penyewa kamar, kemudian petugas itu bersama manager hotel bernam Hera menyuruh office boy bernama Joko Priono untuk mengambil kunci cadangan ke gudang Hotel Central di Jl. A Yani samping KFC” urai Faisal, Senin (7/1/2019) malam.

Setelah kunci diberikan, pihak hotel lantas membuka kamar tersebut dan mereka melihat didalam kamar ditemukan dua sejoli itu dalam kondisi bersimbah darah.

“Selanjutnya pintu kamar hotel ditutup kembali hingga kasus ini dilaporkan kepada pihak kepolisian” sebutnya.

Dijelaskan Faisal juga, sesuai keterangan para saksi, ketika ditemukan posisi mayat pria tergeletak di lantai dengan posisi telungkup telanjang bulat dengan kepala berdarah. Sedangkan jenazah wanita muda itu ditemukan dalam keadaan hanya menggunakan bra dan celana dalam dibawah pantat dalam keadaan posisi kaki bertekuk dilantai dalam posisi berlutut menghadap tempat tidur. Kemudian posisi badan jatuh diatas tempat tidur dalam kea daan telungkup bersimbah darah pada bagian kepala.

“Hasil pemeriksaan sementara di TKP ditemukan sepucuk senjata api rakitan, sebutir selongsong, sebungkus power magic berupa obat kuat, 2 unit ponsel, satu ponsel berada di meja dan satu unit lagi dilantai dibawah kaki korban. Kemudian juga ditemukan tas sandang kain warna cream kehijauan, sebuah kunci sepeda motor, pakaian korban, KTP si pria serta 2 unit sepeda motor Honda merk Scoopy warna hitam bernopol BK 5715 VBE dan 1 unit sepeda motor Yamaha merk Mio warna hitam bernopol BK 2200 OV” rinci Faisal.

Sejauh ini, sambung Faisal, selain mengamankan TKP, mengidentifikasi korban dan memeriksa sejumlah saksi, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Labfor Polda Sumut untuk melanjutkan olah tempat kejadian.

“Hasil penyelidikan sementara, diduga korban meninggal akibat bunuh diri dengan menggunakan senjata api rakitan yang ditemukan TKP” tandasnya.

Menurut Faisal, diduga juga motifnya merupakan kasus percintaan. “Hal ini dilihat dari postingan di medsos Facebook dengan akun Hasim Prasetia pada hari Minggu 6 Januari 2019 pukul 09.11 wib berisi tulisan ‘Ketika smu mngetahui apa yg trjdi mngkin kalin akan mnggap aku adlh orng paling bodoh dan tollol yg prnah anda knal….., Aq tau dunia tak slebar daun kelor..yg aku lakukan ini adalah pmbuktian suatu prjuangan mmprthankn dan kesungguhan” ungkapnya.

Kendati demikian, Polres Asahan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui sebab kematian dua sejoli itu yang sangat mengenaskan.

“Kami (Polres Asahan) masih menunggu kedatangan tim Labfor Cabang Medan untuk olah TKP secara lengkap” pungkasnya.

Penulis/Editor : Teuku Yudhistira

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here