Ketua LPA Provinsi Sumut, Muniruddin Ritonga berfoto bersama Ketua Umum Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait dan Staf Khusus Kemendes Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) RI, Dita Indah Sari usai kegiatan sosialisasi Perlindungan Anak di Desa Salang Tungir, Kec. Namorambe, Kab. Deliserdang/foto : ist

Onlinesumut-MEDAN : Lembaga Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Utara (LPA Sumut), menangani sedikitnya 975 kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di Sumut.

Ketua LPA Provinsi Sumut Muniruddin Ritonga mengatakan, dari data yang masuk, jumlah itu merupakan bagian dari 15.296 kasus kekerasaan terhadap anak yang terjadi terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2018

“Masih maraknya pelanggaran terhadap hak-hak anak di seluruh penjuru pelosok desa dan kelurahan, khususnya di Sumatera Utara mendorong LPA Sumut untuk menyebarkan virus positif kepada masyarakat,” ungkap Munir didampingi Sekretaris LPA Sumut, Junaidi Malik di Medan, Senin (31/12/2018).

Maka dari itu, LPA Sumut berfungsi dan berperan aktif dalam upaya pencegahan, edukasi, pendidikan dan pelatihan terhadap hak-hak anak di Sumatera Utara.

Sebagai wujud nyata, LPA se Sumatera Utara sudah melaksanakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Training Of Trainer (TOT) Angkatan II di Hotel Horison Pematangsiantar yang dihadiri 10 LPA Kabupaten/Kota dari 23 Kabupaten/Kota yang sudah terbentuk.

LPA Sumut juga telah melaksanakan rangkaian acara sosialisasi Perlindungan Anak di Desa Salang Tungir, Kec. Namorambe, Kab. Deliserdang bersama Ketua Umum Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait dan Staf Khusus Kemendes Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) RI, Dita Indah Sari sekaligus Pencanangan Desa Ramah Anak.

Rangkaian acara tersebut merupakan tindaklanjut yang dilakukan oleh Lembaga besutan Arist Merdeka Sirait. Dimana dari data SIMPONI PPA tahun 2018 yang digagas oleh Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak yang melibatkan 3 pillar yakni Kepolisian, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) dan LPA.

Editor : Kemala Utari/ril

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here