Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto didampingi Kapolres Indramayu AKBP Yoris MY Marzuki dan Pejabat Utama Polda, memusnahkan sebagai besar barang bukti berupa bahan peledak untuk pembuatan petasan/foto : ist

Onlinesumut-INDRAMAYU : Guna mengantisipasi segala bentuk penggunaan petasan di malam pergantian tahun, jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri), terus melakukan operasi secara intensif.

Hasilnya, tim gabungan Polres Indramayu, berhasil mengungkap kasus kepemilikan bahan peledak low explosive (petasan) tanpa izin, dalam sebuah penggerebekan terhadap sebuah gudang di Desa Telukagung Blok Bangkir, RT 06/03 Kec. Indramayu, Kab. Indramayu, Jawa Barat.

Didamping Kapolres Indramayu AKBP Yoris MY Marzuki dan pejabat utama Polda Jabar, Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto mengungkapkan, kasus ini terungkap berkat operasi yang dilakukan tim Satreskrim dan Sabhara Polres Indramayu,
Sabtu, 29 Desember 2018 sekitar pukul 11.30 WIB.

“Berdasarkan informasi dari masyarakat, lantas tim Polres Indramayu melakukan penggerebekan. Hasilnya, 3 orang tersangka berhasil diringkus masing-masing CSH Binti DSW, 52 tahun, Pekerjaan Wiraswasta, alamat Desa Telukagung Blok Bangkir RT 06/03 Kec. Indramayu. OYM, 60 Tahun, pekerjaan swasta, alamat Desa Lobener Kidul Blok Bero RT 03/04, Kec.Jatibarang, Kab. Indramayu dan saudari ER, warga Kidul Blok Bero RT.03/04 Kec.Jatibarang” papar Agung dalam paparan kepada wartawan yang digelar di halaman gedung Ditreskrimum Polda Jabar, Senin (31/12/2018).

Dijelaskan Agung juga, tersangka CSH diketahui bertindak sebagai pengepul dan pemilik gudang petasan.

“Dari tangan tersangka ini kita sita 20.120.000 butir petasan. Kemudian dari tersangka OYM selaku produsen petasan, disita satu juta butir petasan” rinci Agung.

Selain itu, lanjutnya, turut pula disita 2.100.000 butir petasan dari RSM, yang diketahui sebagai pemilik gudang dan produsen petasan.

“Hanya saja RSM yang bekerja wiraswasta, beralamat di Desa Telukagung Blok Bangkir, Kec Indramayu ini berhasil lolos dan kini sudah masuk dalam DPO kami” ungkapnya.

Selain itu juga, turut disita juga berbagai barang bukti lainnya yakni berupa 1 ember besi dan setengah karung kecil bromin, 1dus dan setengah karung belerang (sulfur), 1 dus Potasium, setengah karung kecil Potasium dan sebuah timbangan.

Menurut jenderal bintang dua itu, penangkapan terhadap para tersangka bersasarkan LP / A / 168 / XII / 2018 / Polda Jabar/ Res. Imy, tanggal 29 Desember 2018 dan LP / A / 169 / XII / 2018 / Polda Jabar/ Res. Imy, tanggal 29 Desember 2018.

Berdasarkan hasil penyelidikan, diduga kuat seluruh barang bukti petasan yang sudah jadi itu akan digunakan dan diedarkan pada malam pergantian tahun 2018 ke 2019 pada malam nanti.

Usai menyita seluruh barang bukti yang diangkut dengan menggunakan 5 truk, seluruh tersangka langsung digelanda ke Mapolres Indramayu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Para tersangka melanggar Pasal 1 ayat (1) Undang-undang darurat RI No. 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun” tegas Kapolda Jawa Barat.

Sementara, usai paparan, Kapolda Jabar bersama Kapolres Indramayu dan jajaran pejabat utama Polda Jabar, memusnahkan sebagian besar barang bukti dengan cara merendamnya ke dalam tong berisi air sehingga tidak bisa lagi digunakan.

Penulis/Editor : Teuku Yudhistira






LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here