GM PLN UIW Sumut Feby Joko Priharto (kiri) didampingi Kades Pulau Sembilan Arifin Sum, secara simbolis menyalakan listrik beroperasinya listrik 24 jam di desa tersebut/foto : yudis

Onlinesumut-LANGKAT : Langkat termasuk salahsatu kabupaten terbesar di Sumatera Utara. Bentangannya tak hanya sebatas satuan daratan semata, namun ternyata, banyak pulau-pulau yang tak jauh dari Stabat sebagai ibukotanya, namun kurang terjamah karena jarak terpisah perairan.

Desa Pulau Sembilan adalah salahsatu kawasan yang belum mendapat perhatian seutuhnya selama puluhan tahun. Jangankan urusan infrastruktur, fasilitas umum pun masih sangat minim.

Jika ditelisik, untuk urusan akses, menuju Pulau Sembilan tak bisa ditempuh dengan jalur darat. Selama ini, kapal kayu atau boat menjadi sarana transportasi utama bagi masyarakat jika mau keluar atai masuk ke salahsatu desa di Kec. Pangkalansusu itu.

Butuh biaya ekstra untuk ongkos dan jarak tempuh sekitar 10 menit untuk menuju ke Desa Pulau Sembilan.

Dengan kondisi demikian, tentu tak heran jika fasilitas umum di Pulau Sembilan tal begitu mumpuni, walau di era teknologi hal itu tentu patut dipertanyakan.

Salahsatunya adalah persoalan listrik. Sejak tahun 1997 atau sekitar 21 tahun, masyarakat setempat hanya bisa menikmati listrik selama 12 jam perhari.

“Listrik disini hanya menyala dari pukul 6 sore sampai pukul 7 pagi saja pak” kisah Arifinsyah, penduduk Dusun 2 di desa setempat.

Tokoh masyarakat setempat inipun mengatakan, bahwa aktivitas mereka terhambat karena listrik hanya menyala di jam tertentu.

“Ya terpaksalah semua aktivitas masak, nyuci dan lainnya dilakukan malam hari” ucap pria 70 tahun itu.

Hal senada juga dilakukan Arifin Sum, Kepala Desa Pulau Sembilan. Menurutnya, selama ini mereka seperti hidup terasing.

“Jadi, listrik yang menyala selama 12 jam itu harus dimanfaatkan secara maksimal sebelum kembali padam” ujarnya.

Arifin pun mengaku bersyukur ketika keluh kesah mereka akhirnya sampai kepada PLN. Bak gayung bersambut, PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatera Utara akhirnya mewujudkan impian masyarakat setempat.

Rabu (19/12/2018) siang pun, menjadi hari bersejarah ketika PLN meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berkekuatan 350 Kilo Watt (KW).

“Kami kini berharap, dengan listrik 24 jam ini, derajat masyarakat ke depan bisa terangkat. Kami lebih mudah berusaha dan kami optimis kampung kami ini bisa menjadi lokasi wisata bahari” ucap Arifin optimis.

Sementara, GM PLN UIW Sumut Feby Joko Priharto mengaku, pihaknya sangat bangga bisa membantu kesulitan masyarakat.

“Ini salahsatu upaya kita untuk melistriki seluruh kawasan di Sumut. Apalagi seperti kesepakatan kami dengan Pemprov Sumut, dengan cadangan listrik yang surplus ini, para investor yang ingin berinvestasi di kawasan ini lebih muda. Berapa pun daya yang dibutuhkan kami siap. Apalagi di Pulau Sembilan ini, sangat layak menjadi lokasi wisata bahari ke depan” ungkapnya.

Didampingi Manager UP3 Binjai Dicky Hiwardi, Feby juga mengatakan, untuk memperkuat sistem kelistrikan di Pulau Sembilan ini, pada Januari 2019 mendatang, pihaknya akan menambah daya sebesar 250 KW lagi.

“Bagi investor yang mau berinvestasi disini silahkan. Jangan ragukan soal ketersediaan listrik. Sekali lagi kami katakan, margin kami siap” tandas Feby.

Penulis/Editor : Teuku Yudhistira

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here