3 tersangka termasuk Brigadir Dikki Purwanto yang terlibat dalam jaringan sindikat narkoba internasional berikut barangbukti 15 kg sabu setelah diamankan petugas Polres Tanjungbalai/foto : ist

Onlinesumut-TANJUNGBALAI : Tak hanya warga sipil, bisnis sabu yang menggiurkan tak jarang merontokkan iman seorang aparat penegak hukum untuk berkecimpung didalamnya.

Kini, daftar oknum anggota Polri yang terlibat dalam bisnis haram itupun dipastikan semakin panjang setelah tim gabungan Polres Tanjungbalai bersama Polres Asahan, mengungkap kasus penyelundupan narkotika diduga asa Malaysia.

Dari tiga orang tersangka yang dibekuk pada Selasa, 18 Desember 2018, sekitar pukul 19.30 WIB, satu diantaranya bernama Dikky Purwanto (30), oknum Polri berpangkat Brigadir yang bertugas di Sat Intelkam Polres Tanjungbalai, penduduk Dusun I Desa Sipaku Area, Kec. Simpang Empat, Kab. Asahan.

Sedang dua tersangka lain diketahui bernama Agusyanto alias Agus (36), penduduk Jl. Mayor Umar Damanik Lk. IV Kel. Pantai Burung, Kec.Tanjungbalai Selatan, Kota Tanjungbalai dan Nurq Famizal Bin Ramdan (23), seorang warga negara Malaysia yang beralamat di Jl. Teratai Sungai Kajang Baru 45500 Tanjung Karang, Selangor, Malaysia.

Ketiganya pun tak berkutik setelah petugas turut menyita barangbukti sabu seberat 15 kg yang dikemas dalam 15 bungkus plastik merek Guanyinwang yanv diduga diselundupkan dari Malaysia, 3 ransel, 2 unit mobil jenis Suzi Grand Vitara BK 1686 SA dan Toyota Kijang Innova BL 1565 TW serta 4 unit ponsel.

Mereka dibekuk di dua lokasi berbeda yakni di Jl. CokroAminoto, Kec. Kisaran Barat dan Jalan Lintas Sumatera Simpang Pasar I Desa Perkebunan Suka Raja, Kec. Simpang Empat, Kab. Asahan.

Informasi yang dihimpun Onlinesumut, Rabu (19/12/2018), penangkapan itu dilakukan berdasarkan informasi masyarakat bahwa ada 2 unit mobil yang diduga membawa narkotika jenis sabu dari Tanjungbalai menuju Kota Medan.

Sebagai tindaklanjut informasi itu, di bawah pimpinan Kasatres Narkoba
melakukan pengejaran, setelah berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Asahan.

Selanjutnya di Jl. HOS Cokroaminoto Kisaran, mobil Suzuki Vitara berhasil diamankan. Saat dilakukan penggeledahan mobil dan badan ketiga tersangka, barangbukti sabu yang dicari tidak ditemukan. Lalu ketiga tersangka diamankan ke mako Satres Narkoba Polres Tanjungbalai untuk diunterogasi.

Hasilnya, tersangka mengaku informasi mobil pembawa sabu adalah mobil Kijang Innova yang mereka kawal. Mobil itu dikendarai Rio dan AL yang kini masuk dalam DPO.

Rabu, 19 Desember 2019 dinihari sekitar pukul 02.00 WIB diperoleh informasi mobil yang menjadi target, terparkir tanpa pengemudi di Jalinsum Simpang Pasar I Desa Perkebunan Sukaraja, Kec. Simpang Empat, Kab. Asahan. Selanjutnya petugas membawa ketiga tersangka ke lokasi ditemukannya mobil.

Didampingi warga sekitar, petuhas lantas memerintahkan para teraangka membuka mobil. Di dalam mobil akhirnya ditemukan 3 ransel warna hitam berisi 15 bungkus teh cina warna hijau merk Guanyinwang berisi narkotika jenis sabu dengan berat total keseluruhan sekitar 15 kilogram.

Setelah semua barang bukti dan tersangka kembali dibawa ke Mapolres, dikerahui kronologisnya diawali saat tersangka Agus menjemput oknum petugas Polri Dikki Purwanto di Jl. Teuku Umar, Tanjungvlbalai,

Lalu keduanya menaiki mobil Ayla menuju ke daerah Selat Lancang ke rumah Rio (DPO). Setelah bertemu, keduanya pindah ke mobil Toyota Innova. Lalu ketiganya menuju tempat pencucian mobil (doorsmeer) dekat rumah Rio. Diisitu Rio dan Agus Yanto mengangkat 3 tas ransel berisi sabu ke dalam mobil Innova dgn disaksikan oleh Dikki Purwanto

Selanjutnya ketiganya bergerak menuju ke Simpang Kawat Asahan. Di lokasi tujuan, ketiganya berhenti dan bertemu dengan mobil Suzuki Vitara warna putih, yang didalamnya ada tersangka Nur Famizal Bin Ramdan dan AL (DPO). Kemudian tersangma Agus Yanto dan Dikki Purwanto turun dari mobil Toyota Kijang Innova dan berpindah menaiki mobil Suzuki Vitara. Selanjutnya AL (DPO) turun dari mobil Suzuki Vitara dan berpindah ke mobil Toyota Kijang Innova.

Kemudian di mobil Suzuki Vitara ketiga tersangk berada di depan beriringan utk mengawal mobil Innova yang membawa tas ransel berisi sabu yang dikendarai oleh RIO dan AL.

Setelah tiba di Jl. Cokroaminoto Kisaran, mobil Suzuki Vitara ditangkap oleh personel Polres Tanjungbalai dan Polres Asahan. Sementara mobil Toyota Kijang Innova balik melarikan diri ke arah Jalinsum Rantauprapat

Selanjutnya Tim Opsnal melakukan pengembangan untuk memburu RIO dan AL. Namun saat dilakukan penggerebegan dikediamannya masing-masing, keduanya tak ditemukan.

Polisi Bungkam

Sementara, terkait penangkapan ini, Kasatres Narkoba Polres Tanjungbalai AKP Adi Haryono yang dihubungi melalui selularnya, membenarkan adanya penangkapan tersebut.

Sayangnya, Adi Haryono menolak menjelaskan lebih rinci dengan alasan hal itu adalah kewenangan dari Kapolres Tanjungbalai.

“Benar ada penangkapan kasus narkoba tersebut. Akan tetapi, untuk keterangan lebih lengkap, langsung saja sama Pak Kapolres Tanjungbalai,” kilahnya.

Sementara, Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai SH SIK belum dapat dihubungi untuk konfirmasi hingga saat ini.

Penulis/Editor : Chairul Fadly

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here