2 mobil listrik Blits dan Kasuari hasil kerjasama PLN dengan ITS yang kini sudah tiba di Kotapinang, Labusel dalam rangkaian road shownya keliling nusantara/foto : ist

Onlinesumut-KOTAPINANG : Meski sempat molor dari prediksi waktu sebelumnya, dua mobil listrik bernama
BLITS dan Kasuari, Rabu (12/12/2018) sekitar pukul 15.00 WIB akhirnya memasuki kawasan Sumatera Utara.

Kedatangan dua mobil hasil kerjasama PT PLN (Persero) dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Universitas Budi Luhur itupun disambut meriah oleh masyarakat dan pihak PLN UP3 Rantauprapat di Kotapinang, Kab. Labuhanbatu Selatan.

Tak hanya pihak PLN, sejumlah pihak Muspida dan Muspika diantaranya Kabag Perekonomian Pemkab Labusel M Ali Siregar, perwakilan Danramil, perwakilan Polsek Kotapinang dan perwakilan Kecamatan Kota Pinang turut hadir dalam kegiatan ini.

Warga sekitar juga terlihat antusias untuk menyaksikan kehadiran dua mobil listrik karya anak bangsa yang membawa Tim BLITS Explore Indonesia dengan motor Agus Mukhlisin sebagai Team Leader Blits explore Indonesia dan Yoga Uta Nugraha, selaku Ketua pengembangan Blits.

“Kami dari pihak UP3 Rantauprapat dan ULP Kotapinang tidak hanya menyambut kedatangan mobil listrik ini, tetapi juga untuk mempromosikan mobil listrik karya anak bangsa guna mendongkrak energi jual” ungkap Herman Parlindungan Siahaan, selaku Manager Bagian Jaringan PLN UP3 Rantauprapat, Kamis (13/12/2018).

Seperti diketahui, dua mobil listrik
BLITS dan Kasuari, mulai bergerak dari PLN UID Jakarta Raya sejak Jumat pagi, 15 November 2018 lalu. Sesuai rencana, kedua mobil ini akan berkeliling nusantara dengan jarak tempuh sekitar 15.000 Km.

Mobil listrik BLITS dan Kasuari ini sendiri dipersiapkan untuk mengikuti Reli Dakar dalam kurun waktu 7-8 bulan. BLITS merupakan mobil listrik yang secara khusus didesain untuk balap dengan kapasitas dua orang dengan daya tempuh mencapai 300 kilometer dalam sekali pengisian daya baterai 100 kWh dengan menggunakan motor berkapasitas energi 50 kiloWatt. Untuk pengisian daya membutuhkan waktu 8-10 jam.

Untuk Kasuari sendiri merupakan mobil hybrid dengan komposisi 50% tenaga listrik dan 50% tenaga diesel berbahan bakar Crude Palm Oil (CPO).

Kasuari sendiri mampu menempuh jarak 100-150 km dalam sekali pengisian, dengan daya baterai 60kWh. Pengisian daya membutuhkan waktu 6 jam.

BLITS dan Kasuari ini melakukan pengisian baterai dengan menggunakan fasilitas Stasiun Penyedia Listrik Unum (SPLU) yang disediakan di lahan parkir khusus kendaraan listrik.

Hal ini membuktikan bahwa SPLU dinyatakan telah siap sebagai infrastruktur pengisian energi listrik untuk mendukung perkembangan kendaraan listrik.

Dengan jumlah tidak kurang dari 3.000 unit yang sudah diinstalasi oleh PLN di seluruh Indonesia, BLITS dan Kasuari pun dapat mengunjungi seluruh kota di Indonesia tanpa kendala mencari lokasi charging, tak terkecuali di Sumatera Utara.

Untuk Sumatera Utara, saat ini SPLU sudah dapat dijumpai di beberapa kota seperti Medan, Binjai, Lubuk Pakam, Rantauprapat, Kotapinang, Aek Kanopan dan Gunungsitoli.

Dengan total 14 SPLU yang terinstalasi dan akan terus bertambah, PLN siap mendukung kebutuhan masyarakat untuk menggunakan listrik di ruang publik.

SPLU sendiri telah resmi diluncurkan sejak Agustus 2016 dan selama ini, SPLU digunakan untuk mendukung perekonomian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

SPLU mengadopsi sistem prabayar. Untuk dapat menggunakan SPLU Beji Lintar tersebut, masyarakat perlu mengisi pulsa (stroom) kWh meter dengan membeli token listrik melalui Payment Point Online Bank (PPOB), ATM, minimarket, dan lain-lain dengan menyebutkan ID Pelanggan atau Nomor kWh Meter yang tercantum di SPLU yang akan digunakan.

Keberadaan SPLU saat ini juga dapat dengan mudah dicari melalui aplikasi Google Maps dengan kata kunci “SPLU PLN”.

Penulis/Editor : Kemala Utari

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here