Penyerahan plakat kepada pada narasumber diskusi santai bertema "Cakap Bermedsos Ala Milineal" yang digelar Forwaka Binjai/foto : sabar

Onlinesumut-BINJAI : Forum Wartawan Kejari (FORWAKA) Kota Binjai menggelar diskusi santai yang bertema “Cakap Bermedsos Ala Milineal” di Army Coffe Jl. Soekarno Hatta, Rabu (12/12) sore. Acara yang diadakan ini merupakan inisiasi oleh Forwaka sebagai ajang diskusi dan edukasi untuk seluruh kalangan.

Taufik selaku ketua panitia mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif ia bersama rekan-rekan Forwaka.

“Kegiatan ini kami gelar dalam rangka mengingat belakangan banyak sekali terjadi pelanggaran yang berujung tindak pidana bagi para pengguna medsos. Kami harap melalui diskusi ini, seluruh elemen dapat saling berbagi ilmu dan sama-sama saling belajar tentang etika dan dampak dalam bermedsos,” kata Taufik.

Sebanyak lima narasumber dihadirkan oleh panitia (Forwaka) sebagai pembicara. Adapun ke lima narasumber tersebut yakni Kabag Humas Setdako Binjai Rudi Baros ST, Jaksa Fungsional di Kejari Binjai Herlina Sihombing, Tokoh Agama Ustadz Abdul Ridho, pemilik Taman Selfi Binjai Ahmadi serta penggiat medsos H. Busrikal.

Acara yang dimulai sejak pukul 16.00 WIB dan melalui seorang moderator diskusi, para narasumber diberi kesempatan menyampaikan materi terkait tema sesuai dengan bidang mereka masing-masing.

Selanjutnya para audiens diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada para narasumber. Tampak berbagai pertanyaan terlontar dari para audiens yang sejak pukul 15.00 WIB memenuhi tempat acara.

Sebelumnya Kajari Kota Binjai Victor Antonius Sidabutar SH dalam sambutannya mengatakan bahwa sebagai warga negara hendaknya harus bijak dalam bermedia sosial.

“Saya mengajak kepada seluruhnya untuk sama-sama menjaga etika dalam bermedia sosial. Kita hidup dalam keberagaman. Jangan sampai hal-hal kecil menyebabkan kejadian yang fatal yang akhirkan akan merugikan diri kita sendiri,” ujar Victor.

Banyak kasus yang sudah terjadi, lanjut Victor, misalnya saja kasus ujaran kebencian yang berujung pada pidana. Postingan-postingan yang mengajak dan mengarah pada kebencian, harusnya tidak lagi kita sebar. Selain itu juga, berita bohong yang makin merajalela, harusnya bisa terlebih dahulu dicek kebenarannya sebelum dibagikan ke orang lain.

Diskusi yang berjalan dua jam ini dihadiri pihak TNI dan kepolisian, para pelajar, organisasi kepemudaan dan wartawan dari berbagai media di Binjai. Acara ditutup dengan pemberian plakat bagi para narasumber oleh panitia.

Penulis : Sabar S
Editor : Kemala Utari

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here