Plt Bupati Labuhanbatu H Andi Suhaimi saat memberikan penjelasan terkait aspirasi massa Ampera yang berunjukrasa/foto : Mora

Onlinesumut-RANTAUPRAPAT : Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA), menggeruduk Kantor Bupati Kabupaten Labuhanbatu, Selasa (11/12/2018).

Dalam pernyataan sikapnya, Ampera mempertanyakan tentang Beasiswa, agar Beasiswa ditingkatkan dan juga meminta penjelaskan tentang prosedur dalam pengajuan bantuan Beasiswa.

Mereka juga mendesak Plt Bupati Labuhanbatu H Andi Suhaimi Dalimunthe segera memecat oknum pejabat ASN yang tersandung kasus Korupsi, sesuai dengan Skep bersama Menteri nomor 182/6597/SJ dan Skep nomor 153/KEP/2018, tentang ASN koruptor yang telah divonis dengan kekuatan hukum tetapkan dan meminta mahasiswa diikutkan serta didalam pembentukan Peraturan daerah (Perda).

H Andi Suhaimi Dalimunthe yang mengetahui kedatangan aksi massa Ampera, langsung keluar ruangan untuk menemui massa aksi.

Dihadapan mahasiswa, secara santun Plt Bupati Labuhanbatu H Andi Suhaimi menyampaikan bahwa ia sangat merespon positif aksi Ampera.

“Rumah saya terbuka 24 jam untuk adik adik mahasiswa. Jadi, kalau ada yang perlu ingin dipertanyakan, silakan saja datang ke rumah saya. Disitu kita bisa berkomunikasi dan mencari solusi terhadap berbagai persoalan serta permasalahan yang kita pertanyakan” ucap Andi.

Terkait persoalan beasiswa, Andi Suhaimi juga memastikan bahwa beasiswa bagi mahasiswa di Kabupaten Labuhanbatu telah diaktifkan kembali.

“Saya menjabat sebagai Plt bupati baru sekitar 4 bulan atau sekitar 120 hari, selama itu saya sudah berbuat untuk adik-adik mahasiswa. Salahsatunya mengaktifkan kembali beasiswa yang sempat ditiadakan” terang Andi.

Dijelaskannya juga, dana beasiswa untuk mahasiswa itu dialihkan penggunaannya untuk pembelian baju seragam sekolah bagi siswa/siswi SD dan SMP yang baru masuk sekolah. Namun, sambung Andi lagi, di akhir tahun 2018 ini, beasiswa untuk mahasiswa itu sudah dikucurkan kembali.

“Pemberian dana beasiswa itu dilakukan secara transparan dan sudah menyalurkan Rp550 000/mahasiswa yang jumlah keseluruhan berjumlah Rp1 miliar yang diambil dari sisa anggaran tahun 2018” sebutnya.

Dijelaskannya juga, rencananya di tahun 2019 mendatang, Pemkab Labuhanbatu menargetkan menganggarkan biaya Rp8-9 miliar untuk 1750 beasiswa mahasiswa berprestasi dan tidak mampu.

“Dan mengenai oknum ASN yang pernah menjadi terpidana korupsi, saat ini ada tiga ASN yang pemecatannya sedang diproses. Ada tiga oknum ASN yang sudah mendapat keputusannya dari Pemerintah Pusat untuk diberhentikan sebagai ASN, karena pernah menjadi terpidana Korupsi” pungkas Andi.

Setelah mendengar penjelasan dari Plt Bupati Labuhanbatu, massa Ampera selanjutnya membubarkan diri dengan tertib.

Penulis : Moratua Tanjung
Editor : Chairul Fadly

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here