Aksi massa Pengurus Pusat Gerakan Aktivis Mahasiswa Sumatera Utara (PP GAM Sumut) di gedung KPK yang menuntut pengusutan kasus dugaan korupsi Kadisdik Tebingtinggi sebesar Rp5,4 M terkait proyek pembangunan gedung/foto : ist

Onlinesumut-JAKARTA : Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) mulai membidik dugaan tindak pidana korupsi yang kabarnya turut membelit Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Tebingtinggi, berinisial PS.

Informasi itu disampaikan Bagian Humas KPK RI, Tata di hadapan mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Pusat Gerakan Aktivis Mahasiswa Sumatera Utara (PP GAM Sumut), ketika menggelar demo di kantor lembaga antirasuah di Jl. Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (26/10/2018) siang.

Mewakili pimpinan KPK, Tata mengatakan, pihaknya segera melakukan penyelidikan dugaan korupsi pembangunan gedung Disdik Kota Tebingtinggi tahun 2012 dan 2014 senilai Rp5,4 miliar.

“Ini aksi PP GAM Sumut di kantor KPK RI. Dan KPK akan melakukan proses hukum sesuai tuntutan yang disampaikan PP GAM Sumut,” sebut Tata.

Dikatakannya pula, untuk melakukan proses hukum tersebut, KPK akan turun ke Kota Tebingtinggi, guna mengecek kondisi fisik bangunan gedung Disdik Kota Tebingtinggi.

“Kita (KPK-red) akan turun mengecek kondisi fisik bangunan gedung yang terindikasi telah merugikan uang negara. Dan, KPK juga tentunya akan memanggil Kadisdik Kota Tebingtinggi, PS dan pihak diduga terlibat untuk dilakukan pemeriksaan,” sebut Tata dihadapan massa PP GAM Sumut.

Terkait dugaan korupsi pembangunan gedung Disdik Kota Tebingtinggi senilai Rp5,4 miliar yang dilaporkan PP GAM Sumut, Tata mengaku bahwa pihaknya sangat mengapresiasi aksi mahasiswa tersebut.

“Kita memberi apresiasi kepada mahasiswa yang terus menyampaikan aspirasi dalam pemberantasan korupsi. Dalam hal ini, soal pembangunan gedung Disdik Tebingtinggi yang diduga telah merugikan negara,” ungkap Tata.

Selain menggelar mimbar bebas, PP GAM Sumut dalam aksi di kantor KPK, tampak mengusung spanduk bertuliskan ‘Meminta KPK memanggil dan periksa Kadisdik Kota Tebingtinggi, PS karena diduga telah menyalahgunakan kewenangan sehingga merugikan keuangan negara Rp5,4 miliar’.

Ketua Harian PP GAM Sumut, Kurnia Ikhsan Lubis dalam orasinya menyebutkan, pembangunan gedung Disdik Kota Tebingtinggi diduga merugikan keuangan begara ada tertuang dalam Laporan HasilĀ  Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (LHP-BPK) RP Perwakilan Sumut. Dan berdasarkan hasil pemeriksaan pihak inspektorat Pemko Tebingtinggi.

“Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yakni Kepala Disdik Kota Tebingtinggi, PS, Pejabat pembuat Komitmen (PPK), rekanan dan pelaksana kegiatan yang terlibat,” sebutnya.

Ditambahkannya juga, pihaknya juga menyampaikan dokumen, data-data indikasi dugaan korupsi yang harus dipertanggungjawabkan PS selaku KPA dan Kadis Pendidikan Tebingtinggi.

“Banyak ketidakberesan dalam pembangunan gedung Disdik Tebingtinggi. Begitupula dengan adanya ‘tumbal’ dalam penyelesaian gedung baru itu,” tandasnya.

Penulis/Editor : Teuku Yudhistira

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here