Direktur Logistik Supply Chain & Infrastruktur Pertamina Gandhi Sriwidodo (kanan), Dirjen Migas Djoko Siswanto (kedua kiri) VP Supply & Distribution Fariz Aziz (kiri) dan GM MOR 1 Joko Pitoyo (kedua kanan) berfoto bersama saat loading Bio Solar ke Kapal Plumin Satu kapasitas 1400 KL yang merupakan rangkaian program implementasi B20 di TBBM Tanjung Uban, Bintan, Kepulauan Riau/OS-TINA

Onlinesumut-MEDAN : Sejak program mandatori dicanangkan Kementerian Perekonomian pada 31 Agustus 2018, Pertamina telah melakukan berbagai langkah untuk mendorong penyaluran Fatty Acid Methly Eter (FAME) baik untuk bahan bakar Public Service Obligations (PSO) subsidi dan Non PSO.

Solar yang diblending dengan FAME ini sudah disuplai ke Setasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Stasiun Pengisian Bahan Bakar Bunker (SPBB) dan ASDP di wilayah Sumatera Utara oleh TBBM Tanjung Uban di Kepulauan Riau. TBBM ini menjadi penyalur utama yang ditetapkan Pertamina untuk menyalurkan Biodesel 20 persen (B20) ke TBBM sekitarnya.

Direktur Logistik Supply Chain dan Infrastruktur Pertamina Gandhi Sriwidodo usai meninjau langsung program perluasan implementasi B20 di TBBM Tanjung Uban mengatakan, ini terminal utama yang diestimasikan menyerap FAME sekitar 8.700 KL per bulan.

Dijelaskannya, TBBM Tanjung Uban dibangun di atas area seluas 247 hektar. Memiliki tangki timbun berkapasitas 200.000 KL yang  dilengkapi fasilitas blending sehingga dapat melakukan pencampuran FAME dan solar menjadi B20.

“BBM untuk masyarakat Sumut dan sekitarnya berasal dari sini. Selain solar B20, juga menyalurkan BBM jenis Premium, Kerosine dan Pertamax Plus,” ucap Gandhi, Sabtu (15/9).

Informasi tambahan, dari 19 TBBM yang ada di MOR I seluruhnya telah menyediakan B20. 17 di antaranya memblending sendiri, sedangkan Kabil dan Natuna di Kepri memperoleh pasokan dari tempat lainnya.

Penulis : Tina
Editor : Dinda Marley

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here