Pengamat perbankan Gunawan Benjamin pada Workshop Jurnalistik Perbankan 2018 Bank Sumut-IWO Sumut di Parapat/foto : yudis

Onlinesumut-PARAPAT : Diprediksi dalam 10 tahun mendatang, penggunaan seluruh perlengkapan digital bakal mewarnai dunia perbankan tanah air.

Untuk memcapai target itu, transformasi perbankan ke era digital telah dimulai. Ditambah lagi generasi millineal saat ini yang melek teknologi digital.

“Bank Pembangunan Daerah (BPD) seperti Bank Sumut harus menyesuaikan tren era digital tersebut. Ini wajib dilakukan, jika tidak akan ketinggalan dengan bank umum yang saat ini terus berkembang menawarkan merchant-merchant lewat digital, ” ujar pengamat perbankan Gunawan Benjamin pada Workshop Jurnalistik Perbankan 2018 Bank Sumut-IWO Sumut, Sabtu (1/8/2018) di Hotel Niagara, Parapat, Kab Simalungun.

Gunawan menyebutkan, karakter masyarakat Sumatera Utara baru 30 persen melek digital. Selebihnya masih menggunakan manual. Kondisi itu juga bisa ditemukan pada nasabah bank yang ada di pelosok Sumatera Utara.

“Keunggulan Bank Sumut melayani masyarakat kecil dan dikenal memiliki nasabah para pelaku UMKM di pelosok. Ini yang menjadi tantangan kedepan Bank Sumut bagaimana mengedukasi para UMKM untuk bisa menggunakan digital perbankan,” ujarnya.

Gunawan mengungkapkan tantangan terbesar bagi perbankan ialah perubahan perilaku para nasabah yang menyukai proses yang instan, aman dan menghemat waktu. Perbankan harus dapat mengelola teknologi yang berkembang saat ini dengan tepat dan cepat.

“Perubahan teknologi membuat
setiap nasabah menginginkan transaksi yang cepat, kapan saja dan dimana saja tanpa harus menunggu antrian transaksi, ” jelasnya.

Masalah lain dihadapi Bank Pembangunan Daerah saat ini juga ialah minimnya kerjasama dengan BPD dengan perusahaan-perusahaan Fintech di Indonesia. ” BPD juga harus menyesuaikan trend masa kini dengan mengeluarkan produk-produk, ” katanya.

Belum lagi adanya penetrasi bank-bank asing yang setiap saat sudah menguasai perbankan di Indonesia. “Namun begitu saya yakin bank asing tidak mampu masuk dan menguasai apa yang telah dilakukan bank daerah seperti Bank Sumut dengan membangun pondasi UMKM lewat pembiayaan,” jelas Gunawan.

Kendati demikian, kata Gunawan, Bank Sumut hendaknya melakukan terobosan tidak sekadar simpan pinjam.

Disamping itu juga mampu memperkecil jumlah pemegang saham yakni sejumlah kepala daerah. Hal itu sangat bermanfaat dan lebih efesien apabila mengambil sebuah keputusan. Selain itu laba yang diperoleh hendaknya diefektifkan untuk peningkatan modal. “Jika ini dilakukan saya yakin Bank Sumut mampu seperti Bank DKI yang saat ini BPD yang berada di tingkat atas di Indonesia,” tegasnya. OS-tari/01

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here