Petugas BNN tengah memeriksa 3 karung narkoba dengan berat yang diperkirakan mencapai 150 kg. Kasus ini turut menyeret politisi NasDem yang duduk sebagai Anggota DPRD Langkat/foto : ferry

Onlinesumut-MEDAN : Dugaan keterlibatan oknum Anggota DPRD Langkat, Ibrahim Hasan alias Hongkong (45) dari Fraksi Nasional Demokrat (NasDem) dalam sindikat penyelundupan sabu-sabu asal Malaysia dengan barang bukti mencapai 150 kilogram, menjadi catatan buruk bagi partai bentukan Surya Paloh itu.

Ibrahim Hasan diketahui sejak 4 tahun lalu bergabung menjadi kader NasDem. Selama itu pula, ia hanya tercantum sebagai kader biasa dan belum sekalipun menorehkan prestasi.

Namun kasus yang menjerat kadernya itu, mulai menjadi pelajaran berharga bagi NasDem. Untuk menghindari terulangnya kasus serupa, DPW NasDem Sumut berencana akan melakukan tes urine berkala kepada seluruh kadernya yang duduk dibangku DPRD se-Sumut.

Wakil Ketua Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPW NasDem Sumut, Sudarto Sitepu berharaptidak terulang kembali apa dilakukan Ibrahim Hasan di kemudian hari dan sebagai komitmen NasDem untuk melakukan pemberantasan narkoba bersama.

“Kedepannya kita pastikan bahwa seluruh kader Nasdem, khususnya anggota DPRD akan kita lakukan tes urine, untuk memastikan bahwa seluruh anggota DPRD kita tidak ada lagi yang berperilaku yang berkaitan dengan narkoba,” tutur Sudarto kepada wartawan di Kantor DPW NasDem di Medan, Senin (20/8/2018) petang.

Meski belum bisa berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional, namun pihak NasDem sudah berkordinasi dengan DPP NasDem untuk melakukan pemecatan dan tengah mempersiapkan Pengganti Antar Waktu (PAW) Ibrahim Hasan sebagai anggota DPRD Langkat.

“Ini sangat menciderai nama besar Partai dan sebagai Anggota DPRD. Kita sudah sering tegaskan jangan sampai terlibat yang (narkoba) begini. Kita udah memutuskan, apabila ini terbukti, kita akan mengganti anggota DPRD dan memecat dia sebagai kader,” jelas Sudarto.

Diberitakan sebelumnya, Ibrahim diamankan bersama 5 orang diduga pelaku ‎sindikat narkoba jaringan narkoba internasional Malaysia-Sumut. Keenamnya berinsial, masing-masing berinsial R, I, AR, J dan A.

“Kita amankan diduga pelaku Hari Minggu dan Senin 19-20 Agustus 2018 di Perairan Aceh Timur, Pangkalan Susu dan Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat,” ucap Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari kepada wartawan di Medan, Senin sore.

Arman menjelaskan pengungkapan kasus narkoba jaringan internasional berkat kerjasama antara Bea Cukai dan TNI Angkatan Laut di Kota Langsa, Aceh.‎ Kemudian, dilakukan penangkapan terhadap sebuah Kapal Kayu berwarna biru di Perairan Selat Malaka yang dilakukan oleh Operasi Gabugan tersebut untuk mengungkap narkoba jaringan internasional Malaysia-Sumut.

“Terkait informasi adanya Peredaran Gelap Narkotika di wilayah Pangkalan Susu Sumatera Utara. Adapun penangkapan di Kapal Kayu tersebut diamankan 4 orang dengan barang bukti 3 karung goni diduga narkotika,” kata Jendral Berbintang dua itu.

Kemudian, BNN melakukan pengembangan dan menangkap Ibrahim selaku pemilik sabu ratusan kilogram tersebut dan mengamankan pelaku lainnya bersama barang bukti lainnya, seperti Mobil Fortuner warna Hitam dengan nopol BK 5 IH, Uang tunai sejumlah Rp 1.550.000, Kartu Anggota DPRD Kabupaten Langkat insial Ibrahim dan STNK mobil dan sepeda motor. OS-fer/tari/01

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here