Ilustrasi/ist

Onlinesumut-MEDAN : Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, mengumumkan kelahiran tiga gajah captive di Barumun Nagari Wildlife Sanctuary (BNWS), di Kabupaten Padanglawas, Sumut. Sayangnya satu dari tiga anak gajah itu dikabarkan mati.

Kepala BBKSDA Sumut Hotmauli Sianturi dalam keteranggannya mengatakan, gajah pertama lahir pada 16 Juni 2018. Gajah betina itu lahir dari indukan berusia 30 tahun bernama Dini, yang merupakan pindahan dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Holiday Resort, Kecamatan Aek Raso, Labuhanbatu Selatan.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakkar memberikan nama Fitri untuk bayi gajah berkelamin betina itu, karena lahirnya bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri.

“Kondisinya sehat, sekarang sedang kita pantau perkembangannya,” kata Hotmauli, Senin (13/8/2018).

Gajah kedua lahir pada Minggu, 29 Juli 2018. Gajah dari indukan bernama Poppy dan jantan Dwiky, lahir sekitar pukul 23.00 wib. Saat lahir berat anak gajah berkelamin betina itu diperkirakan mencapai 96 kg.

Kini kedua gajah itu terus mendapat perhatian dari BBKSDA dan BNWS. Kondisinya juga sehat dan juga masih menyusu pada induknya.

Sayangnya, Hotmauli enggan membeberkan lebih detil ihwal anak gajah yang mati. Namun dia beralasan, gajah yang mati itu karena sang induk terkena Baby blues Syndrome.

“Kena sindrome baby blues, karena induknya baru pertama kali melahirkan,” terangnya singkat.

Peningkatan populasi gajah ini berkat kerjasama antara BBKSDA Sumut dengan BNWS sejak 2016. Saat ini populasi gajah yang ada di BNWS sebanyak 15 ekor. OS-tari/01

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here