Mujiano alias Anam, Bos properti yang menjadi tersangka kasus dugaan penipuan sebesar Rp3,5 miliar/ist

Onlinesumut-MEDAN : Setelah ditangkap di Bandara Soetta, Cengkareng, Banten pada, Direktorat Reserse Kriminal Umum Poldasu, dijadwalkan akan menyerahkan pengusaha properti Sumut, Mujianto ke Kejatisu, Kamis (26/7/2018) besok, setelah berkasnya berstatus P22.

“Mujianto alias Anam merupakan tersangka kasus dugaan penipuan sesuai dengan laporan pengaduan Armen Lubis STTLP/509/IV/2017 SPKT “II” tertanggal 28 April 2017 dengan kerugian material sebesar Rp 3,5 miliar ini, besok akan diserahkan Poldasu ke Kejatisu” ungkap Kabid Humas Poldasu Kombes Tatan Dirsan Atmaja kepada Onlinesumut melalui telepon selulernya, Rabu (25/7/2018).

Terpisah, Kasipenkum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Sumanggar Siagian atas kasus pengusaha Properti ini mengakui bahwa berkas perkara sudah P21, dan rencananya besok di serahkan penyidik poldasu ke kejatisu.

“Uda P 21, dan rencana besok di serahkan penyidik Poldasu ke Kejatisu,” terang Sumanggar lewat pesan whatsappnya.

Jadi lanjut Sumanggar, jika sudah diserahkan ke Kejatisu, maka berkas perkaranya sudah P22. Namun Sumanggar tidak mengetahui persis waktu pastinya buronan Polda Sumut ini dibantarkan ke Kejatisu.

“Pastinya tanya dengan penyidik poldasu jam berapa penyerahan ke Kejatisu. Jika sudah diserahkan maka sudah tahap II berkas perkara atas nama Mujianto,” beber Sumanggar.

Untuk diketahui, pelarian Mujianto alias Anam, pengusaha Sumut yang menjadi buronan Polda Sumut dalam kasus penipuan dan penggelapan, berakhir sudah. Mujianto berhasil diringkus pihak kepolisian bersama petugas imigrasi, di wilayah Cengkareng pada Senin (23/7/2018) sekitar pukul 19.00 WIB.

Setelah diringkus, Mujianto langsung diberangkatkan ke Medan untuk diserahkan ke Polda Sumut. Pertimbangan polisi menetapkan Mujianto sebagai DPO antara lain, karena pengusaha itu sudah dua kali dipanggil penyidik untuk melengkapi berkas perkaranya dan selalu mangkir dari panggilan.

Dan bahkan dalam kasus ini, polisi juga sudah mengeluarkan surat membawa paksa terhadap tersangka. Namun keberadaannya saat itu juga tidak diketahui hingga akhirnya diketahui ia kabur keluar negeri lewat Aceh. OS-jar/01

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here