Kasatreskrim Polres Langkat AKP M Firdaus menunjukkan barang bukti korek api berbentuk senpi yang kerap digunakan komplotan pelaku dalam beraksi/fery

Onlinesumut-LANGKAT : Berakhir sudah sepak terjang 7 orang anggota komplotan perampokan asal Belawan yang selalu dikenal sadis dalam setiap aksinya di wilayah hukum Polres Langkat.

Dua diantaranya bernama Syahrial (42) dab Basiruddin (44), juga terpaksa diberi hadiah timah panas di kaki, akibat mencoa melakukan perlawanan dan berusaha kabur dalam penyergapan, kendati petugas sudah melepaskan tembakan peringatan ke udara.

Berdasarkan catatan pihak kepolisian, kawanan inilah yang menjadi aktor kasus pencurian disertai kekerasan di areal komplek perkebunan kelapa sawit Dusun Pematang Sentang, Desa Tapak Kuda, Kec Tanjung Pura, Kab Langkat pada 4 Juli 2018 lalu.

Kasatreskrim Polres Langkat AKP M Firdaus mengungkapkan, masing-masing tersangka dibekuk jajarannya dirumah mereka masing-masing di kawasan Lingk 12, Kelurahan Kp Nelayan Belawan, Kec. Medan Belawan Kodya Medan, Selasa (10/7/2018) sekitar pukul 05.00 wib.

“Kejadian pencurian dengan kekerasan ini berawal, Saat Kie Chun (43) Jalan Rambai No. 11 Brahrang Kec. Binjai Barat Kota Binjai ini sedang tidur didalam barak miliknya areal komplek perkebunan kelapa sawit Dusun Pematang Sentang Desa Tapak Kuda, Kec Tanjung Pura Kabupaten langkat, Rabu 4 Juli 2018 malam lalu ” terang Kasatreskrim Polres Langkat AKP M Firdaus SIK dalam paparannya di hadapan wartawan, Selasa (10/7/2018).

Didampingi Kasubag Humas Polres Langkat AKP Arnold Hasibuan, Firdaus juga mengatakan, saat akan tertidur korban dikejutkan dengan adanya dua orang laki-laki yang memecahkan kaca nako jendela rumahnya, lantas melakukan pengancaman dengan menggunakan sebilah parang untuk membuka pintu rumah. Setelah pintu kamar dibuka oleh korban , maka tersangka yang bernama (Sahrial) berserta keenam pelaku lainnya mengancam korban dengan sebilah parang dan lalu mengikat kaki , serta menutup mata dan mulut korban dengan kabel charger handphone.

“Selanjutnya tersangka (Sahrial) mengambil uang gaji karyawan kebun sejumlah 20 juta dan mengambil handphone milik korban merk Samsung Grand Prime warna putih. Sedang keenam tersangka lainnya mengambil hp milik karyawan kebun dan juga menyekap karyawan kebun dirumah saksi sukadi.
Setelah puas menjarah benda berharga milik korban para tersangka yang berjumlah tujuh orang pergi meninggalkan tempat kejadian perkara dengan menggunakan satu unit perahu mesin” urainya.

Atas kejadian tersebut, lanjutnya, korban mengalami kerugian sebesar Rp25.000.000 sebelum akhirnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Langkat guna proses lebih lanjut.

“Berkat kesabaran dan kerja keras para personel Satreskrim Polres langkat, hari ini Kanit Pidum Iptu Zul Iskandar Ginting bersama dengan anggota berdasarkan Surat Perintah Penangkapan Nomor : SP. Kap / 240 / VII / 2018 / Reskrim, tanggal 10 Juli 2018. Telah melakukan Penangkapan terhadap pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang bernama Sahrial dan lalu dilakukan pengembangan terhadap tersangka Basirudin” paparnya.

Adapun proses Penangkapan tersebut, katanya, dilakukan oleh Iptu Zul Iskandar Ginting bersama dengan anggota di rumah pelaku yang terletak di Lingk 12 Kp Nelayan Belawan, Kec Medan Belawan, pada saat pelaku sedang berada didalam rumahnya.

“Dan saat akan diamanakan pelaku Sahrial mencoba melarikan diri dan lalu dilakukan pengejaran dan setelah diberikan tembakan peringatan tersangka tidak berhenti maka tim melakukan penembakan secara terukur. Setelah ditanyakan kepada tersangka ianya mengaku secara berterus terang telah melakukan Pencurian di Desa Tapak Kuda” ungkapnya.

Lantas dari pengakuan itu, anggota melakukan pengembangan terhadap rekan tersangka. Saat akan dilakukan pelaku yang bernama Basirudin mencoba melarikan diri dengan cara lompat kedalam paluh, hingga akhirnya petugas melakukan penembakan dan berhasil membekuknya.

Selain para tersangka, pihaknya turut menyita sejumlah barang bukti diantaranya sepucuk korek berbentuk senjata api Revolver, 1 unit ponsel Samsung Grand Prime warna putih, sebuah kaca nako, sebuah charger ponsel untuk mengikat korban dan 3 helai kain panjang untuk mengikat korban

“Mohon doanya ya, Saat ini seluruh personil sedang memburu para tersangka lainnya, segera mungkin mereka akan kita tangkap, dan untuk kedua tersangka yang ini (Sahrial dan Basiruddin) nantinya akan dikenakan pasal 365 pencurian dengan kekerasan dengan hukuman pidana 12 tahun penjara” tutup Firdaus. OS-fer/01

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here