Ketua Hakim Irwan Efendi saat menyidangkan perkara kasus Nova Zein/jar

Onlinesumut-MEDAN : Persidangan perkara penggelapan puluhan mobil mewah di Pengadilan Negeri (PN) Medan atas tiga terdakwa bernama Andika, Jefri, dan Dedi yang merupakan kakitangan terdakwa utama Nova Zein mulai menimbulkan masalah baru setelah terungkap penahanan ketiganya mendadak ditangguhkan oleh Hakim Fery Sormin.

Informasi itupun memicu reaksi para korban yang terus memantau jalannya persidangan. Para korban pun menuntut majelis hakim untuk kembali menahan mereka.

Buntut atas protes itu, Rabu (4/7/2018) para korban mengamuk kepada ketiga terdakwa di PN Medan. Apalagi mereka mengaku telah memberikan uang lewat terdakwa Andika untuk memuluskan penangguhan penahanan.

“Mereka telah mengakui kepada kami telah memberikan uang untuk penangguhan penahanan. Oleh karena itu kami menuntut hakim yang menyidangkannya Fery Sormin untuk segera menarik kembali penangguhan penahanan terhadap ketiga terdakwa,” ucap salahsatu korban bernama Habiba kepada wartawan di PN Medan.

Jika memang dalam kasus ini terbukti telah ada kecurangan, lanjutnya, kami minta kepada Mahkamah Agung untuk segera mencopot hakim Fery Sormin karena diduga turut ‘bermain’ atas kasus yang telah merugikan para korban hingga miliaran rupiah.

“Kami minta Mahkamah Agung segera mencopot Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan Fery Sormin karena diduga telah terbukti bersalah telah melakukan kecurangan. Sebab para terdakwa jujur mengatakan kepada kami kalau para terdakwa telah memberikan uang sebesar Rp5 juta untuk ditangguhkan penahanannya,” beber korban kembali.

Salah seorang tersangka bernama Dedi saat dikonfirmasi wartawan juga mengakui bahwa mereka telah memberikan uang lewat terdakwa Andika sebesar Rp5 juta untuk menangguhkan penahanan mereka.

“Saya memberikan uang Rp5 juta kepada Andika untuk menangguhkan penahanan,” aku Dedi blak-blakan.

Dedi juga berdalih, dengan mengatakan mereka juga menjadi korban terdakwa Nova Zein sehingga penangguhan penahanan yang mereka ajukan akhirnya dikabulkan.

“Kami ini korban juga bang, atas kasus Nova ini, makanya kami bisa mendapat penangguhan penahanan,” sebut Dedi.

Seperti diketahui, sejak awal kasus ini bergulir di persidangan, Ketua Majelis Hakim yang menyidangkan terdakwa Jefri, Andika, dan Dedi adalah Fery Sormin. Namun pada persidangan Rabu (4/7/2018), persidangan lanjutan yang digelar di ruang Cakra 6, Ketua Majelis Hakim dialihkan kepada Irwan Efendi.

Menyangkut hal ini, Irwan Efendi mengakui kalau pada saat itu yang menyidangkan adalah Jamalluddin. “Sudah biasa itu kami tukar-tukaran jadi ketua hakim” dalihnya.¬†OS-jar/01

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here