Dua IRT yakni Fitriani Siregar dan Tina Astuti Sinaga yang berkolaborasi menjadi bandar sabu usai diamankan ke Mapolsek Padangbolak/ist

Onlinesumut-PALUTA : Entah karena faktor ekonomi atau karena sudah terlalu enak untuk mendapatkan uang dari jalan sesat ini, dua Ibu Rumah Tangga (IRT)
nekad berkolaborasi menjadi bandar sabu-sabu dengan kawasan pemasaran di Desa Hutaimabaru, Kec Halongonan, Padanglawas Utara (Paluta).

Supaya lolos dari deteksi pihak berwajib, kedua wanita yang juga diketahui turut menyediakan ‘klinik’ bagi konsumen paket hemat, sengaja menjadi sebuah kebun karena di areal desa menjadi lokasi transaksi.

Data dari pihak kepolisian menyebutkan, keduanya adalah Fitriani Siregar (29), penduduk setempat dan Tina Astuti Sinaga (28), warga Desa Gunung Tua Baru, Kec Padang bolak, Paluta.

Kabid Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja menjelaskan, Selasa, 26 Juni 2018, keduanya pun akhirnya tak berkutik setelah aktivitas keduanya sampai ke telinga petugas..

“Berawal dari informasi masyarakat, tim Opsnal Polsek Padangbolak di bawah pimpinan Kanitreskrim Ipda Doli Silaban lantas melakukan penyelidikan ke areal kebun karet di Desa Hutaimbaru, Kecamatam Halongonan itu untuk memastikan benar tidaknya ada masyarakat yang kerap menjual dan memakai sabu sabu” terang Tatan kepada wartawan, Kamis (28/6/2018).

Setelah informasi itu akurat, lanjut Tatan, tim Opsnal selanjutnya menyiapkan skenario penyergapan.

“Dengan disaksikan warga sekitar, tanpa perlawanan, keduanya bisa kita ringkus” ujar mantan Wakapolrestabes Medan ini.

Lantas, sambungnya, petugas turut melakukan penggeledahan terhadap keduanya. “Total sementara sabu-sabu yang kita amankan dari kedua tersangka seberat 31,92 gram” sebutnya.

Selain sabu-sabu yang dikemas dalam 12 plastik klip transparan ukuran sedang dan besar, turut pula diamankan kaca pirex yang diduga untuk menakar yang masih berisi sabu, bong, timbangan elektrik, 6 buah mancis, sendok terbuat dari pipet, 3 bilah pisau lipat, 2 plastik besar berisi plastik klip, botol plastik, baterai elektrik, cotton but dan sebuah tas kain berwarna coklat.

Guna kepentingan penyelidikan, kedua tersangka dan seluruh barang bukti selanjutnya diboyong ke Mapolsek Padangbolak untuk diperiksa lebih lanjut. Polisi juga kini masih mengembangkan kasus ini guna memburu pemasok narkoba itu hingga kepelosok desa. OS-tari/01

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here