Dirreskrimum Poldasu Kombes Andi Rian Djajadi saat memaparkan 4 tersangka dalam kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun di Mapoldasu kemarin/ist

Onlinesumut-MEDAN : Di tengah proses pencarian para korban dan bangkai KM Sinar Bangun yang karam di Danau Toba oleh Tim SAR gabungan, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut hingga kini juga masih terus melakukan pemeriksaan sejumlah orang yang terindikasi ikut bertanggungjawab insiden maut yang menyebabkan ratusan penumpang hilang hingga kini.

Meski sejauh ini sudah 4 orang ditetapkan sebagai tersangka, penyidik Poldasu kembali memberi sinyal bahwa tidak tertutup kemungkinan tersangka bakal bertambah.

Terkait hal itu juga diakui Dirreskrimum Poldasu Kombes Andi Rian Djajadi.

“Sampai saat ini sudah 14 orang yang diperiksa” ungkap Andi kepada Onlinesumut, Selasa (26/6/2018).

Mantan Wadirreskrimsus Poldasu ini juga mengakui, di antara saksi itu termasuk Kadis Perhubungan Samosir Nurdin Siahaan yang sudah diperiksa pada Sabtu lalu, 23 Juni 2018.

“Sudah kita periksa sabtu lalu (Kadishub Samosir). Kalau untuk penetapan tersangka, tunggu tanggal mainnya” pungkasnya.

Sebelumnya, Kapoldasu Irjen Paulus Waterpauw dalam paparannya di hadapan memastikan bahwa KM Sinar Bangun berlayar tanpa izin, kapal tidak laik jalan, dan pengoperasiannya tanpa memenuhi persyaratan keselamatan dan keamanan. Akibatnya, tiga orang tewas, dan ratusan penumpang lain hilang tenggelam di Danau Toba.

Paulus juga memastikan, Nakhoda sekaligus Pemilik Kapal Poltak Soritua Sagala bersama tiga ABK-nya berangkat dari Pelabuhan Simanindo menuju Pelabuhan Tigaras di Kecamatan Perdamaian, Kabupaten Simalungun.

“Mereka membawa penumpang yang diperkirakan berjumlah 150-an orang dan sepeda motor sebanyak 70-an unit,” kata Paulus, Senin (25/6/2018).

Setelah berlayar beberapa menit, lanjut dia, kapal seperti membentur sesuatu dan langsung mematikan mesin. Dalam keadaan terombang-ambing, posisi kapal condong ke arah kanan, lalu terbalik. Selama lima menit kapal sempat mengapung sebelum akhirnya tenggelam.

Pihaknya lalu menetapkan empat tersangka awal dalam kasus ini, yaitu Poltak Soritua Sagala, Karnilan Sitanggang selaku honorer Dinas Perhubungan Samosir dan anggota Kapos Pelabuhan Simanindo
, Golpa F Putra selaku Kepala Pos Pelabuhan Simanindo, dan Rihad Sitanggang selaku Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan.

“Modus dari pada tersangka adalah mencari keuntungan dengan memuat penumpang melebihi tonase. Harusnya jumlah penumpang 45 orang, sesuai surat kelengkapan pengangkutan,” ungkap Kapolda.

Disita barang bukti berupa 45 blok karcis retribusi masuk pelabuhan senilai Rp 500 yang telah digunakan, 48 blok retribusi pemeliharaan dermaga untuk roda dua senilai Rp 500 yang telah digunakan, foto copy dokumen kelengkapan KM Sinar Bangun IV Nomor 117. Saat ini penyidik masih memeriksa saksi-saksi lain, melakukan pemberkasan untuk dikirimkan ke jaksa penuntut.

“Para tersangka kita kenakan Pasal 302 dan atau Pasal 303 Undang-Undang Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran Jo Pasal 359 KUHPidana. Ancaman hukumannya, 10 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1,5 miliar. Jo Pasal 359 KUHPidana dengan penjara maksimal lima tahun,” pungkas Paulus. OS-01

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here