Jenazah Pariah (55) saat disemaymkan di rumah duka/ist

Onlinesumut-SERGAI : Meski sering terdengar peristiwa akibat penyakit yang tak kunjung sembuh membuat seseorang bunuh diri, namun kisah serupa justru sering terulang.

Hal itu pula yang dilakulan Pariah, warga Dusun 6, Desa Bahsidua-dua, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) yang nekat memilih jalan pintas, mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Ketika ditemukan, jasad wanita 55 tahun itu tergantung dengan leher terjerat di kamar mandi. Santi (22), sang putri yang pertama kali menemukan jenazah ibunya dalam kondisi mengenaskan itu, ketika ia akan mandi.

Melihat hal demikian, Santi sontak histeris hingga akhirnya mengundang perhatian warga sekitar. Warga yang berdatangan kemudian menurunkan jasad korban, dan selanjutnya melaporkan kejadian itu ke Polsek Dolok Masihul.

Sutrisno mengatakan, istrinya tewas gantung diri pertama kali diketahui anaknya Santi melihat jasad ibunya tergantung dikamar mandi dengan leher terjerat selendang.

“Waktu Santi mau masuk kamar mandi dilihatnya ibunya sudah tergantung,” terang Sutrisno.

Menurutnya, istrinya tersebut sudah lama menderita penyakit batuk dan asma yang tidak kunjung sembuh. Bahkan Pariah sempat mengancam akan mengakhiri hidupnya apabila penyakitnya tidak kunjung sembuh.

“Korban sempat bilang mau bunuh diri karena gak tahan menderita batuk dan asma,” bilangnya.

Menyangkut peristiwa ini, Kanitreksrim Dolok Masihul Iptu D Sitepu, Senin (25/6/2018), membenarkan kejadian itu. Menurutnya dari keterangan saksi korban gantung diri di kamar mandi dengan menggunakan sehelai selendang.

“Korban tewas murni gantung diri dan kita mengamankan barang bukti 1 helai selendang digunakan untuk mengikat leher,” terangnya. OS-fer/01

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here