Aksi bakar ban di Simpang kayu besar Tanjungmorawa atau tak jauh dari pintu tol Belmera yang dilakukan massa yang menamakan dirinya GMPP Sumut sangat mengganggu aktifitas jalan raya hingga memicu kemacetan panjang/ist

Onlinesumut-DELISERDANG : Ada-ada saja tingkah sejumlah orang di Kabupaten Deliserdang ini. Di saat hari pencoblosan Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2018 semakin dekat, mereka justru berusaha mengganggu kondusifitas lewat aksi yang justru beraroma rasis.

Menamakan dirinya Masyarakat peduli Pilkada Sumatera Utara (GMPP Sumut), Kamis (21/6/2018), belasan orang massa aksi ini menggelar aksi demo dengan melakukan pemblokiran ruas jalan menuju menuju Bandara Kualanamu International Airport (KNIA), Jl. Sultan Serdang, Simpang Kayu Besar Desa Buntubadimbar, Kec Tanjungmorawa. Bahkan mereka nekad membakar ban bekas di lokasi yang jaraknya tak jauh dari pintu tol Belmera.

Lewat aksi ini mereka menyatakan menolak segala bentuk kampanye penggunaan agama dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu).

Pantauan onlinesumut, terlihat aksi ini membuat kemacetan panjang arus lalu lintas di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), baik dari jalan dari arah
Tanjungmorawa menuju Medan dan sebaliknya. Untuk mengurai kemacetan personel Polres Deliserdang turun ke lokasi yang dipimpin langsung Kasatlantas Polres Deliserdang AKP Imam Alriyudin turun tangan.

Anehnya, puluhan massa ini datang dari Medan dengan menggunakan Angkutan Umum (Angkot) dan sepeda motor.

Dalam sebaran yang diberikan pendemo, terdapat beberapa poin yakni dengan mengatakan politisasi agama kian terasa masif dan sungguh membuat miris. Pendemo mencontohkan adanya rencana Doa untuk Sumut bermartabat pada hari Sabtu 23 Juli 2018 di Lapangan Merdeka, tabligh akbar bersama ustadz Abdul Somad Lc, MA, pada tanggal 24 Juni 2018 di Lapangan Bola SMAN 1 Tanjung Morawa, Tamasya Almaidah 51, dan subuh berjamaah.

Kecurigaan semakin menjadi-jadi bahwa aksi tersebut ‘by design’, karena Abdul Haris selaku Koodinator Lapangan justru enggan berkomentar ketika sejumlah wartawan hendak meminta tanggapanya terkait aksi tersebut.

Sedangkan salah seorang pengunjungrada asal Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku ikut aksi tersebut ajakan seseorang meski dirinya juga tidak paham dengan tujuan aksi demo itu.

“Saya diajak untuk ikut aksi bang. Jadi hanya ikut-ikutan. Kami saja gak tahu tujuan aksi ini” ucapnya dengan raut wajah kebingungan

Sementara Warga Desa Buntu Bedimbar Melly, menyesali adanya aksi demo itu. Apalagi dirinya mengaku tidak ada satu orangpun warga sekitar mengenal para pendemo, karena memang para pendemo orang luar yang diduga sengaja berulah di tempat mereka.

“Kenapa mereka menolak ustadz Abdul Somad. Kami sudah sangat mengiginkan bertahun-tahun ceramah ustadz Abdul Somad. Pedemo ini radikal jangan merusak kerukan umat beragama,” tegasnya. OS-nyak/01

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here