Pedagang musiman semakin menjamur di Jl Halat Medan di saat menjelang lebaran seperti ini hingga kerap memicu kemacetan/yan

Onlinesumut-MEDAN : Pasar tumpah dan menjamurnya pasar-pasar dadakan menjadi salahsatu ciri khas di tanah air, yang kerap muncul di saat hari besar keagamaan seperti ini, khususnya tiap menjelang lebaran.

Tak heran, situasi ini kerap menjadi perhatian pihak kepolisian guna mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas.

Seperti halnya di kawasan Jl Halat, Medan. Sepekan jelang lebaran, kawasan ini nyaris ‘dikuasai’ seluruhnya oleh pedagang musiman yang terus menjamur.

Tidak hanya menguasai trotoar jalan yang menjadi hak pejalan kaki, bahu jalan hingga nyaris masuk ke badan jalan, juga mulai dikuasai para pedagang pakaian atau perlengkapan lebaran Idul Fitri dan para pedagang paket data internet.

Alhasil, penyempitan jalan yang memang sudah sempit itupun terjadi. Dampaknya, kemacetan panjang pun terjadi. Belum lagi sebagian jalan juga dijadikan areal parkir kendaraan roda dua dan roda empat milik konsumen yang ingin berbelanja.

Seperti yang terpantau Onlinesumut, Sabtu (9/6/2018) malam. Semakin larut, suasana pun semakin padat. Situasi inipun membuat pengendara yang melintas di kawasan ini resah. Terlebih ini merupakan malam minggu terakhir di Bulan Ramadan.

“Siapa yang gak kesal begini, sudahlah Jalan Halat ini sempit, sekarang menjamur pulak pedagang. Parahnya bukan hanya trotoar diserobot, bahu jalan pun dikuasai mereka” omel Sani, warga Jl Denai saat melintas di kawasan tersebut.

Yang membuatnya semakin resah, adalah keberadaan pedagang paket data internet telepon selular.

“Lihat tu mereka seenaknya memajang baner harga paket internet di jalan. Bahkan hampir ke tengah jalan mereka pajang tu banernya. Cari makan ya cari makan, tapi jangan orang lain dikorbankan” gerutunya lagi.

Satu hal yang membuatnya tak habis pikir, meski keadaan di Jl Halat Medan ini sudah memicu keresahan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan yang diharapkan tanggap malah tak terlihat.

“Satpol PP tukan polisi penegak perda. Seharusnya dalam situasi begini mereka harusnya muncul menertibkan. Merekakan tau trotoar itu hak siapa. Jalan raya itu untuk apa. Ini diserobot pedagang kok malah melempem, malah hak nampak lagi di lokasi. Belum parkir kendaraan yang sembarangan. Apa karena yang menguasai lokasi ini preman dari OKP terus mereka takut? Atau karena memang mereka terima setoran jadi memilih diam aja” cerocos Sani kembali.

Untuk itu, ia wanita 56 tahun ini berharap agar pihak kepolisian bisa turun tangan mengatasi situasi jalan raya di kawasan Jl Halat ini.

“Kita maklum kok ini karena mau menjelang lebaran, wajar juga. Tapi ya maunya taat aturan. Pihak berwajib pun harus tegas. Gak harus digusur, tapi mohonlah ditertibkan” pungkasnya. OS-tari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here