Baliho di halaman Masjid Al Jihad yang menjadi perbincangan/OS-02

Onlinesumut-MEDAN : Soal baliho di halaman depan Masjid Al Jihad yang menjadi perbincangan dan menimbulkan berbagai persepsi ditanggapi Wakil Sekretaris Yayasan Masjid Al Jihad Medan Baru, Irfan S sebagai polemik yang berlebihan. Menurut dia, baliho yang dipasang sepekan lalu itu hanya bertujuan menghimbau jemaah masjid saja.

“Tidak ada pakai paslon-paslon. Hanya untuk mengimbau jamaah Masjid Al Jihad agar memilih pemimpin sesuai Al Quran. Itu aja, tidak yang lain..,” katanya, Jumat (8/6) petang.

Irfan pun mengomentari kontroversi yang ditimbulkan bahkan disangkutpautkan dengan Pilkada Sumatera Utara hingga menimbulkan isu agama.

“Tidak hanya Islam, setiap agama punya seruan yang sama. Kalau kita di Papua, ya gak mungkinlah pemimpin Islam di sana, di NTT misalnya, atau di Bali,” imbuhnya.

“Begitu juga di daerah yang mayoritasnya Islam. Ya kita harus menyerukan pemimpinnya Islam. Nah, kalau ada yang tersinggung soal ini, aneh saja, lebay,” ucapnya.

Pasalnya, lanjut Irfan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut sudah mengeluarkaan penyataan tidak ada yang melanggar aturan dalam baliho tersebut.

“Siang tadi keluar pernyataan Bawaslu bahwa tak ada masalah. KPU kemarin juga bilang tidak ada masalah,” imbuhnya.

“Karena tidak ada dibilang atau simbol-simbol nomor satu atau nomor dua di situ. Djarot juga Islam, Bang Edy juga Islam, kan gitu. Nah, kita menyerukan yang dari dulu sudah ada di Al Quran, itu aja,” ungkapnya.

Masalah ini, sambung Irfan, sebenarnya tidak perlu dibesar-besarkan dan ditanggapi dengan kehebohan apalagi sampai viral di media sosial.

“Biasa aja… Semua agama pasti akan memilih pemimpin se-akidahnya, itu aja,” tuturnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, Prof DR HM Hatta mengungkapkan, isi baliho bersumber dari Al Quran, tidak ada yang perlu dipermasalahkan.

“Ya boleh saja dibuat, yang tidak boleh itu kalau melecehkan atau menghina nonmuslim, atau orang lain, itu yang tidak boleh,” kata Hatta.

Hatta menilai, jika isi baliho itu untuk menjatuhkan orang lain, fitnah, maka itu tidak diperbolehkan.

“Kita ini yang mengamati dari luar. Saya melihat kalau itu memang perintah Al Quran dan dibuat di masjid, ya gak masalah. Asalkan sifatnya tidak untuk menjatuhkan orang lain, fitnah, itu yang tidak dibolehkan,” ucapnya.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak mengaku belum mengetahui persoalannya.

“Ini yang seperti ini sensitif. Karena kalau disuruh memilih Islam Muslim, ya itu saya kira tidak dilarang. Sekarang yang perlu dilihat dalam konteks apa, apakah karena tim kampanye, kalau tim kampanye, ya tidak bolehlah di masjid,” katanya.

“Saya belum melihat balihonya, saya tidak bisa mengomentari lebih karena ini sensitif sekali,” bebernya.

Ketua Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PRIMA DMI) Sumut, Irwansyah Putra Nasution.

Pantauan di lapangan, baliho berisi imbauan tersebut berdiri di halaman depan menghadap ke dalam sehingga hanya pengunjung dan jamaah masjid saja yang dapat membacanya. OS-02

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here