Terdakwa kasus penipuan dan penggelapan mobil mewah Nova Zein (kerudung hitam) bersama terdakwa lainnya mendengarkan keterangan saksi dalam sidang lanjutan di PN Medan/jar

Onlinesumut-MEDAN : Sidang lanjutan perkara kasus penipuan dan penggelapan puluhan mobil mewah dengan terdakwa Nova Zein cs, Senin (28/5/2018) kembali digelar di PN Medan.

Dalan sidang yang digelar di ruang Cakra 3, terbuka fakta baru kala para saksi semakin menyudutkan terdakwa. Salahseorang saksi korbab menjelaskan, bahwa ada keterlibatan keluarga Nova, yakni sang ibu dan adiknya dalam kasus dengan kerugian mencapai miliaran rupiah itu.

Pantauan Onlinesumut di ruang sidang terlihat terdakwa Nova Zein dengan santainya duduk dikursi pesakitan PN Medan, sembari mendengar keterangan saksi dari Jaksa. Kali ini saksi yang dihadirkan adalah Khairunnisa (Notaris), UT (PNS), dan Ipdar. Ketika dikonfrontir, di hadapan hakim, para saksi mengaku bahwa terdakwa Nova Zein menyakinkan mereka bahwa yayasan miliknya bekerjasama dengan UN Women Indonesia.

“Saya menandatangani kontrak kerjasama selama 5 tahun dengan perusahan Nova. Dan isi perjanjian saya tandatangani di kantor Nova. Dan Nova juga menerangkan kalau dirinya bekerjasama dengan Women PBB,” ucap saksi Khairunnisa dihadapan hakim.

Atas penjelasan itu, hakim pun meminta saksi untuk menunjukkan kontrak kerjasama tersebut.

“Saya tidak membawanya, namun hari kamis akan saya bawa sebagi bukti,” ucapnya.

Majelis hakim yang masih meragukan keterangan saksi kembali menanyakan dengan rasa heran soal saksi yang berprofesi sebagai notaris, namun turut terperangkap dalam tipu daya terdakwa. Saksi pun mengatakan juga baru mengetahui kalau dia turut menjadi korban.

Setelah mendengar keterangan saksi Khairunnisa, hakim lalu bertanya kepada saksi ipdar yang mengaku kehilangan mobil Toyota Fortuner beserta uang Rp200 juta. “Anda apa masalahnya,” tanya hakim.

Ipdar mengakui ia harus kehilangan satu unit mobil mewah dan uang ratusan juta lewat anggota terdakwa. Menurutnya, melalui anggota Nova, ipdar telah membayarkan uang Rp200 juta dan menitipkan mobil Fortuner miliknya.

“Saya ditipu oleh anggota Nova, sebab melalui nova, saya dipesan untuk membayar ke anggota itu, dan total uang yang saya bayarkan Rp200 juta. Dan mobil saya juga hilang,” bebernya.

Usai mendengar keterangan saksi, hakim pun menutup sidang dan melanjutkan pekan depan.

Sementara, usai persidangan, salahseorang korban Nova, berinisial ST sempat berbicara kepada wartawan. Ia memastikan bahwa kerjasama perusahan Nova Zein dengan UN Women Indonesia adalah bohong besar.

“Ini bang kata UN Women Indonesia, pernyataan palsu tentang hubungan antara organisasi wanita PBB dan yayasan Wanita Sumatera, telah memalsukan sebuah kontrak mengenai kendaraan sewa dengan organisasi wanita PBB. Dan yayasan Nova Zein, tidak bekerjasama dengan Wanita PBB,” sebut ST, sambil menunjukkan kertas jawaban organisasi Wanita PBB.

Ironisnya, ST juga menerangkan kalau pendiri yayasan itu juga ibu terdakwa dan juga adik terdakwa. Namun sejauh ini hanya Nova Zein saja yang dijadikan terdakwa.

“Lihat bang ini, bukti siapa pendiri yayasan Nova, disitu tertulis kalau Ibu Nova, dan adiknya Nova yang kami ketahui juga seorang Lurah. Mereka ini seharusnya terlibat dalam kasus ini, sebab nama mereka tertulis disini,” terang ST kepada media.

ST dan para korban lainnya berharap agar para pelaku lainnya segera disidang. “Kami juga minta pada pihak kepolisian segera mempercepat prosesnya dan juga tidak boleh tebang pilih” tandasnya.  OS-jar

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here